Swiss Menolak Takut Islam, Mudahkan Imigran Jadi Warga Negara

Senin, 13 Februari 2017 - 11:05 WIB
Swiss Menolak Takut...
Swiss Menolak Takut Islam, Mudahkan Imigran Jadi Warga Negara
A A A
ZURICH - Rakyat Swiss melalui referendum memilih menolak takut pada Islam dan menentang kampanye anti-Muslim. Hasil referendum juga merekomendasikan pemerintah untuk memudahkan para imigran menjadi warga negara Swiss.

Referendum digelar hari Minggu (12/2/2017) kemarin. Kini, di seluruh negeri dipajang billboard-billboard bergambar seorang wanita yang mengenakan niqab—busana Muslimah yang menutup seluruh tubuh kecuali mata—dengan slogan berbunyi; ”Tidak ada naturalisasi dicoret”.

Sebanyak 59 persen suara rakyat Swiss memilih “Yes” untuk memudahkan naturalisasi di negara itu. Di bawah amandemen konstitusi, orang di bawah usia 25 yang lahir di Swiss sekarang akan lebih mudah untuk menjadi warga negara. Meski demikian, mereka masih harus melewati berbagai rintangan di bawah undang-undang yang ketat di negara itu.

Menurut studi migrasi nasional, sekitar 25.000 dari 8 juta penduduk negara Swiss berasal dari imigran Italia, Balkan dan Turki.

Menjelang referendum, banyak poster yang menggambarkan warga Muslim dipajang atas prakarsa Komite Anti-Fasilitasi Kewarganegaraan (CAFC). Komite itu berisi anggota parlemen dari Partai Rakyat Swiss (SVP) sebuah partai sayap kanan yang anti-imigran Muslim. Namun, pihak SVP membantah terlibat langsung dalam kampanye anti-Muslim itu.

Jean-Luc Addor, pemimpin CAFC yang juga anggota parlemen dari SVP telah berkomentar atas kekalahan kubu SVP dalam referendum.”Akan sendirian melawan semua orang dalam kampanye ini,” katanya yang tidak akan berhenti dengan kampanyenya meski sudah kalah dalam referendum.

”Masalah Islam, saya takut, itu akan menyusul kita dalam beberapa tahun,” ujarnya kepada kantor berita Swiss, RTS, yang dikutip Senin (13/2/2017).

Namun para politisi yang memenangkan referendum merayakannya. Mereka mencemooh kampanye Addor sebagai ”serangan kekerasan terhadap Muslim”.

Pada bulan Desember lalu, saat kampanye anti-Muslim sedang ramai, seorang pria bersenjata menembak dan membunuh tiga orang di sebuah masjid di Zurich. Pelaku yang berusia 30 tahun ditemukan tewas sekitar 300 meter dari lokasi penembakan. Penyebab kematian pelaku belum jelas.
(mas)
Berita Terkait
Swiss Usulkan Denda...
Swiss Usulkan Denda Rp15 Juta Bagi Pelanggar Larangan Burqa
Hasil Serbia vs Swiss:...
Hasil Serbia vs Swiss: 4 Gol Tercipta di Babak Pertama!
Perempuan Penjaga Bonbin...
Perempuan Penjaga Bonbin Swiss Tewas Diterkam Harimau Siberia
Ada Masalah Teknis,...
Ada Masalah Teknis, Pesawat Menlu Swiss Mendarat di Moskow
Peneliti Swiss Temukan...
Peneliti Swiss Temukan Konsentrasi Kecil Covid-19 di Air Limbah
Kehebatan Jet Tempur...
Kehebatan Jet Tempur F/A-18 Hornet, Bisa Mendarat di Jalan Raya
Berita Terkini
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
1 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
2 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
3 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
5 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
6 jam yang lalu
Infografis
Negara-Negara Arab Kompak...
Negara-Negara Arab Kompak Menolak Bantu AS Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved