Perang Media Saudi dan Suriah soal Kabar Assad Terserang Stroke

Selasa, 31 Januari 2017 - 13:53 WIB
Perang Media Saudi dan...
Perang Media Saudi dan Suriah soal Kabar Assad Terserang Stroke
A A A
DAMASKUS - Perang klaim antara media-media Arab Saudi dan media Suriah soal kondisi kesehatan Presiden Bashar al-Assad terus ramai. Media-media Arab Saudi dan Libanon menyebut Presiden Assad terserang stroke karena “tekanan psikologis” akibat perang sipil Suriah, tapi media pemerintah Suriah mengecam laporan itu sebagai kebohongan.

Surat kabar al-Mustaqbal, yang mengklaim memperoleh informasi dari sumber di Suriah, menyatakan Presiden Assad, 51, menderita infark serebral atau stroke dan sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Damaskus dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Selanjutnya, media Arab Saudi, Al-Arabiya dan Okaz, melansir laporan bahwa Presiden Assad menderita ”tumor otak” dan sedang dirawat oleh tim medis Rusia dan Suriah.

Surat kabar Saudi, Asharq al-Awsat, yang berbasis di London, bahkan menyebut kesehatan mental pemimpin Suriah itu memburuk karena tekanan psikologis akibat perang saudara di Suriah.

Spekulasi media-media Arab itu muncul setelah Assad selama beberapa minggu tidak muncul di depan publik.

Baca: Pemerintah Suriah Bantah Assad Sakit Parah

Pemerintah Suriah melalui kantor berita negara, SANA, mengecam laporan sejumlah media Saudi yang menyebut Presiden Assad jatuh sakit. Mengutip pihak Kantor Kepresidenan Suriah, media pemerintah Damaskus ini menegaskan bahwa Presiden Assad bekerja seperti biasa.

”(Kantor) Kepresidenan membantah semua laporan-laporan ini. Presiden Assad dalam kesehatan yang sangat baik,” bunyi pernyataan kantor Kpresidenan Suriah, seperti dikutip Reuters, Selasa (31/1/2017).

”(Laporan) mereka bertepatan dengan keadaan dan politik yang berubah di lapangan. Rakyat Suriah telah kebal terhadap kebohongan dan sindiran gelap.”

Blogger Rusia, Navsteva, ikut meledek laporan media Arab Saudi yang dia anggap berlebihan dalam berspekulasi. ”Al Arabiya Arab Saudi menyebarkan rumor Assad menderita stroke, ditembak oleh pengawalnya, Iran, dan sudah mati,” tulis dia.
(mas)
Berita Terkait
6 Alasan Fundamental...
6 Alasan Fundamental Mengapa Pemimpin Arab Takluk kepada Presiden Suriah
Delegasi Arab Saudi...
Delegasi Arab Saudi Tiba di Suriah, Bahas Pembukaan Kembali Kedubes
Pertama dalam 10 Tahun,...
Pertama dalam 10 Tahun, Menteri Luar Negeri Suriah Sambangi Arab Saudi
Bos CIA: AS Dibutakan...
Bos CIA: AS Dibutakan Kesepakatan Arab Saudi dan Iran
Habis Lebaran, Arab...
Habis Lebaran, Arab Saudi dan Suriah Dilaporkan Sepakat Kembali Buka Kedutaan
Presiden Bashar al-Assad...
Presiden Bashar al-Assad Sambangi Arab Saudi, Pertama Kali sejak Perang Suriah Pecah
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
1 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
1 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
2 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
2 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
3 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
4 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved