Dubes AS untuk Israel Pilihan Trump Akan Nekat Aktif di Yerusalem
Selasa, 24 Januari 2017 - 10:30 WIB
Dubes AS untuk Israel Pilihan Trump Akan Nekat Aktif di Yerusalem
A
A
A
WASHINGTON - David Friedman, kandidat duta besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel pilihan Presiden Donald Trump, akan aktif bekerja di Yerusalem, bukan di Tel Aviv. Demikian disampaikan Presiden Organisasi Zionis Amerika Morton Klein.
Menurutnya, Friedman akan aktif bekerja di Yerusalem sebelum pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem diumumkan. Rencana pemindahan Kedubes AS di Israel itu sudah jadi bagian dari janji Presiden Trump yang akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Yerusalem saat ini “diperebutkan” Palestina dan Israel. Palestina ingin Yerusalem timur menjadi ibu kota masa depan negaranya. Sedangkan Israel ingin seluruh Yerusalem menjadi ibu kota negara Yahudi itu.
Baca: AS Bersiap Pindahkan Kedubes di Israel ke Yerusalem, Situasi Memanas
Palestina dan Yordania sudah mengancam akan melawan jika AS nekat memindahkan Kedubesnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Klein kepada surat kabar Haaretz mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Friedman sejak pencalonannya sebagai Dubes AS untuk Israel. Dari pembicaraan itulah, dia mengungkap jika diplomat AS itu akan bekerja dari Yerusalem.
”Tentu saja, dia adalah seorang teman, saya tahu dia sangat baik,” kata Klein.”Rencananya untuk menjadi duta besar, dan bekerja dari Yerusalem, bukan dari Tel Aviv,” katanya lagi.
“Dia bilang, dia berencana untuk bekerja dari Yerusalem, dari awal,” imbuh dia, yang dikutip Selasa (24/1/2017).
Klein menjadi wakil pertama dari komunitas Yahudi yang bertemu dengan pejabat pemerintah Trump pada hari Senin. Dia sudah bertemu dengan asisten presiden, Anthony Scaramucci. “Pertemuan berjalan dengan lancar, akan ada pertemuan-pertemuan lain,” katanya.
Klein menjelaskan, Friedman sangat mungkin bekerja aktif di Yerusalem meski kantor Kedubes AS belum dipindah.
”Lihat, dia memiliki sebuah apartemen di Yerusalem, ada konsulat AS di Yerusalem. Itu salah satu cara atau cara lain, di mana dia bisa bekerja dari Yerusalem,” ujar Klein.
Menurutnya, Friedman akan aktif bekerja di Yerusalem sebelum pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem diumumkan. Rencana pemindahan Kedubes AS di Israel itu sudah jadi bagian dari janji Presiden Trump yang akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Yerusalem saat ini “diperebutkan” Palestina dan Israel. Palestina ingin Yerusalem timur menjadi ibu kota masa depan negaranya. Sedangkan Israel ingin seluruh Yerusalem menjadi ibu kota negara Yahudi itu.
Baca: AS Bersiap Pindahkan Kedubes di Israel ke Yerusalem, Situasi Memanas
Palestina dan Yordania sudah mengancam akan melawan jika AS nekat memindahkan Kedubesnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Klein kepada surat kabar Haaretz mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Friedman sejak pencalonannya sebagai Dubes AS untuk Israel. Dari pembicaraan itulah, dia mengungkap jika diplomat AS itu akan bekerja dari Yerusalem.
”Tentu saja, dia adalah seorang teman, saya tahu dia sangat baik,” kata Klein.”Rencananya untuk menjadi duta besar, dan bekerja dari Yerusalem, bukan dari Tel Aviv,” katanya lagi.
“Dia bilang, dia berencana untuk bekerja dari Yerusalem, dari awal,” imbuh dia, yang dikutip Selasa (24/1/2017).
Klein menjadi wakil pertama dari komunitas Yahudi yang bertemu dengan pejabat pemerintah Trump pada hari Senin. Dia sudah bertemu dengan asisten presiden, Anthony Scaramucci. “Pertemuan berjalan dengan lancar, akan ada pertemuan-pertemuan lain,” katanya.
Klein menjelaskan, Friedman sangat mungkin bekerja aktif di Yerusalem meski kantor Kedubes AS belum dipindah.
”Lihat, dia memiliki sebuah apartemen di Yerusalem, ada konsulat AS di Yerusalem. Itu salah satu cara atau cara lain, di mana dia bisa bekerja dari Yerusalem,” ujar Klein.
(mas)