Myanmar Minta Malaysia Setop Bantuan Makanan untuk Muslim Rohingya

Minggu, 08 Januari 2017 - 02:05 WIB
Myanmar Minta Malaysia...
Myanmar Minta Malaysia Setop Bantuan Makanan untuk Muslim Rohingya
A A A
KUALA LUMPUR - Pemerintah Myanmar telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah meminta Malaysia menghentikan bantuan makanan ke “komunitas tertentu” di negara bagian Rakhine oleh organisasi non-pemerintah atau LSM. Komunitas tertentu yang dimaksud itu adalah komunitas Muslim Rohingya.

Kementerian Luar Negeri Myanmar, seperti dilaporkan Kyodo News, telah mengajukan pemintaan melalui Kedutaan Besar Malaysia di negara tersebut.

”(Myanmar) Akan berterima kasih jika pemerintah Malaysia yang ramah bisa mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah upaya LSM tertentu untuk mengirimkan armada bantuan, yang tidak dapat diizinkan masuk tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pemerintah Myanmar,” bunyi pernyataan kementerian itu, yang dikutip Minggu (8/1/2017).

Menurut laporan media tersebut, Myanmar menyambut bantuan kemanusiaan dari sesama negara anggota ASEAN. Namun, bantuan harus untuk kedua komunitas di negara bagian Rakhine tanpa diskriminasi. Di Rakhine, selain komunitas Muslim juga terdapat komunitas Buddha.

Penyaluran bantuan juga diminta melalui saluran diplomatik yang tepat. Pada bulan Desember 2016, Malaysia mengumumkan akan mengirimkan armada bantuan yang mencakup 1.000 ton beras, peralatan medis dan barang-barang lainnya untuk masyarakat Rohingya di negara bagian Rakhine.

Bantuan dari Malaysia itu disalurkan oleh Malaysian Consultative Council of Islam Organisations (Mapim), Kelab Putra 1Malaysia dan koalisi LSM dari berbagai wilayah. Armada bantuan rencananya akan berangkat dari Port Klang pada 10 Januari 2017 dan kembali 14 hari kemudian.

Mapim telah menekankan bahwa misi mereka hanya kemanusiaan dengan sasaran masyarakat Rohingya di kota Maungdaw dan Buthidaung. Mapim juga mengakui bahwa armada bantuannya bisa menghadapi beberapa kemungkinan terburuk, termasuk dihentikan, dipaksa pulang atau bahkan diserang.

Myanmar telah dikritik masyarakat internasional setelah kekerasan militer terhadap komunitas Muslim Rohingya terjadi di negara bagian Rakhine. Kekerasan terjadi menyusul serangan pos-pos perbatasan yang menewaskan sembilan polisi Myanmar pada 9 Oktober 2016 lalu.
(mas)
Berita Terkait
Puluhan Rohingya Tewas...
Puluhan Rohingya Tewas Selama 4 Bulan Naik Perahu ke Malaysia
Diprotes Keras, Pengadilan...
Diprotes Keras, Pengadilan Malaysia Setop Deportasi 1.200 Warga Myanmar
PM Muhyiddin: Malaysia...
PM Muhyiddin: Malaysia Tak Bisa Tampung Pengungsi Rohingya Lagi
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
2 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
4 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
7 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Pengganti...
5 Makanan Pengganti Nasi Putih untuk Menurunkan Berat Badan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved