Dua Bulan di Suriah, AL Rusia Hancurkan 1.252 Target Teroris
Jum'at, 06 Januari 2017 - 18:44 WIB
Dua Bulan di Suriah, AL Rusia Hancurkan 1.252 Target Teroris
A
A
A
MOSKOW - Jet-jet tempur Rusia yang terbang dari kapal induk telah melakukan 420 sorti dan menghancurkan 1.252 target teroris di Suriah selama lebih dari dua bulan. Demikian pernyataan komandan kelompok militer Rusia Andrei Kartapolov.
"Selama dua bulan, pilot penerbangan angkatan laut melakukan 420 sorti, termasuk 117 di malam hari. Hampir semua serangan mendadak disertai dengan kondisi hidrometeorologi parah. Sebanyak 1.525 sasaran teroris di Suriah hancur," katanya seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (6/1/2016).
Pernyataan itu datang setelah Moskow mulai mengurangi kelompok tempurnya di Suriah dengan kapal induk Admiral Kuznetsov menjadi yang pertama untuk berlayar kembali.
"Serangan ditujukan kepada infrastruktur teroris, kelompok militan dan kendaraan, posisi menembak, dan kubu-kubu formasi bersenjata ilegal. Kapal perang Admiral Grigorovich menyerang sasaran Daesh di Suriah dengan rudal jelajah Kalibr. Semua target tepat sasaran," katanya lagi.
Kartapolov menambahkan bahwa untuk pertama kalinya Rusia menggunakan penerbangan yang berbasis kapal induk angkatan laut terhadap sasaran di darat.
"Kelompok angkatan laut telah mencapai tugas pertempurannya. Kelompok kapal induk Armada Utara siap melakukan tindakan lebih lanjut," kata Kartapolov menambahkan kapal memiliki pasokan yang diperlukan dan beroperasi.
Dia juga menambahkan bahwa interoperabilitas telah dibentuk antara Angkatan Udara Rusia dan sistem pertahanan pesisir di pantai Suriah. "Sebuah sistem pertahanan udara terpadu yang memberikan perlindungan yang handal baik di darat dan di laut dibuat bersama-sama dengan pasukan Rusia di pertahanan udara Suriah dan berbasis sistem modern S-300 dan S-400 sistem," terangnya.
Rusia telah melakukan operasi militer terhadap teroris di Suriah sejak 30 September 2015, atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Selama dua bulan, pilot penerbangan angkatan laut melakukan 420 sorti, termasuk 117 di malam hari. Hampir semua serangan mendadak disertai dengan kondisi hidrometeorologi parah. Sebanyak 1.525 sasaran teroris di Suriah hancur," katanya seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (6/1/2016).
Pernyataan itu datang setelah Moskow mulai mengurangi kelompok tempurnya di Suriah dengan kapal induk Admiral Kuznetsov menjadi yang pertama untuk berlayar kembali.
"Serangan ditujukan kepada infrastruktur teroris, kelompok militan dan kendaraan, posisi menembak, dan kubu-kubu formasi bersenjata ilegal. Kapal perang Admiral Grigorovich menyerang sasaran Daesh di Suriah dengan rudal jelajah Kalibr. Semua target tepat sasaran," katanya lagi.
Kartapolov menambahkan bahwa untuk pertama kalinya Rusia menggunakan penerbangan yang berbasis kapal induk angkatan laut terhadap sasaran di darat.
"Kelompok angkatan laut telah mencapai tugas pertempurannya. Kelompok kapal induk Armada Utara siap melakukan tindakan lebih lanjut," kata Kartapolov menambahkan kapal memiliki pasokan yang diperlukan dan beroperasi.
Dia juga menambahkan bahwa interoperabilitas telah dibentuk antara Angkatan Udara Rusia dan sistem pertahanan pesisir di pantai Suriah. "Sebuah sistem pertahanan udara terpadu yang memberikan perlindungan yang handal baik di darat dan di laut dibuat bersama-sama dengan pasukan Rusia di pertahanan udara Suriah dan berbasis sistem modern S-300 dan S-400 sistem," terangnya.
Rusia telah melakukan operasi militer terhadap teroris di Suriah sejak 30 September 2015, atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
(ian)