AS Kecam Serangan Geng Bersenjata di Yordania
Senin, 19 Desember 2016 - 15:19 WIB
AS Kecam Serangan Geng Bersenjata di Yordania
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) melemparkan kecaman keras atas serangan geng bersenjata di Karak, Yordania. Serangan yang berlanjut dengan baku tembak antara pelaku dan polisi Yordania itu terjadi semalam.
Aksi baku tembak terjadi di sejumlah tempat, termasuk di sebuah kastil Karak, salah satu situs wisata populer di Yordania. Selain menewaskan 10 orang, sebanyak 27 orang terluka akibat baku tembak ini.
"AS mengutuk serangan di Karak dan berdiri dalam solidaritas dengan Pemerintah Yordania, pasukan keamanan, dan orang-orang Yordania," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby, seperti dilansir Sputnik pada Senin (19/12).
Serangan geng bersenjata itu sendiri dinyatakan pemerintah Yordania sebagai salah satu serangan paling beradarah yang pernah melanda negara tersebut.
Aksi saling tembak pecah setelah terjadi kebuntuan komunikasi antara pasukan Yordania dengan orang-orang bersenjata yang bersembunyi di dalam kastil. Drama penembakan berlangsung beberapa jam.
Seorang Menteri yang juga juru bicara Pemerintah Yordania, Mohammad al-Momani, mengatakan kepada satsiun televisi pemerintah, perburuan geng bersenjata telah memasuki tahap akhir. Namun, dia tidak menjelaskan hasilnya.
”Pasukan keamanan dan polisi berada di tahap akhir dan kami tidak ingin mendahului berita. Kami akan berhadapan dengan kelompok teroris dan melenyapkan mereka,” kata Momani.
Aksi baku tembak terjadi di sejumlah tempat, termasuk di sebuah kastil Karak, salah satu situs wisata populer di Yordania. Selain menewaskan 10 orang, sebanyak 27 orang terluka akibat baku tembak ini.
"AS mengutuk serangan di Karak dan berdiri dalam solidaritas dengan Pemerintah Yordania, pasukan keamanan, dan orang-orang Yordania," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby, seperti dilansir Sputnik pada Senin (19/12).
Serangan geng bersenjata itu sendiri dinyatakan pemerintah Yordania sebagai salah satu serangan paling beradarah yang pernah melanda negara tersebut.
Aksi saling tembak pecah setelah terjadi kebuntuan komunikasi antara pasukan Yordania dengan orang-orang bersenjata yang bersembunyi di dalam kastil. Drama penembakan berlangsung beberapa jam.
Seorang Menteri yang juga juru bicara Pemerintah Yordania, Mohammad al-Momani, mengatakan kepada satsiun televisi pemerintah, perburuan geng bersenjata telah memasuki tahap akhir. Namun, dia tidak menjelaskan hasilnya.
”Pasukan keamanan dan polisi berada di tahap akhir dan kami tidak ingin mendahului berita. Kami akan berhadapan dengan kelompok teroris dan melenyapkan mereka,” kata Momani.
(esn)