Perundingan AS-Rusia Soal Aleppo Batal
Selasa, 06 Desember 2016 - 17:35 WIB
Perundingan AS-Rusia Soal Aleppo Batal
A
A
A
JENEWA - Perundingan antara Rusia dengan Amerika Serikat (AS) terkait Aleppo kembali buntu. Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov mengatakan AS tiba-tiba menarik proposal kesepakatan terkait Aleppo. Menurut Lavrov, AS tengah menyusun rencana alternatif.
"Mereka telah menarik dokumen mereka dan memiliki yang baru. Kesan awal kami adalah bahwa dokumen ini kembali ke awal, dan merupakan upaya untuk memberi waktu kepada militan, memungkinkan mereka untuk menarik napas dan memasok mereka," katanya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (6/12/2016).
Lavrov mengatakan tampaknya akan ada diskusi yang serius terkait krisis di Suriah dengan pemerintah AS mengingat lengsernya Barack Obama. "Hal yang sama terjadi dengan kesepakatan kami tanggal 9 September," jelas Lavrov.
"Masalahnya bahwa yang ditawarkan AS di atas kertas dan apa yang kita dukung sekarang entah bagaimana tidak baik menurut mereka. Sulit untuk memahami siapa yang membuat keputusan di sana, tapi rupanya ada banyak orang yang ingin merorong kewibawaan dan langkah-langkah praktis John Kerry," tuturnya.
Menlu AS John Kerry menyampaikan rencana baru untuk penyelesaian Aleppo kepada Rusia pada Jumat lalu. Lavrov sebelumnya mengatakan bahwa rencana itu melibatkan penarikan semua pasukan pemberontak yang didukung AS dari Aleppo ke Idlib provinsi timur. Sedangkan mereka yang bersikeras untuk tinggal akan dicap sebagai teroris dan target yang sah untuk ofensif Angkatan Darat Suriah.
"Mereka telah menarik dokumen mereka dan memiliki yang baru. Kesan awal kami adalah bahwa dokumen ini kembali ke awal, dan merupakan upaya untuk memberi waktu kepada militan, memungkinkan mereka untuk menarik napas dan memasok mereka," katanya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (6/12/2016).
Lavrov mengatakan tampaknya akan ada diskusi yang serius terkait krisis di Suriah dengan pemerintah AS mengingat lengsernya Barack Obama. "Hal yang sama terjadi dengan kesepakatan kami tanggal 9 September," jelas Lavrov.
"Masalahnya bahwa yang ditawarkan AS di atas kertas dan apa yang kita dukung sekarang entah bagaimana tidak baik menurut mereka. Sulit untuk memahami siapa yang membuat keputusan di sana, tapi rupanya ada banyak orang yang ingin merorong kewibawaan dan langkah-langkah praktis John Kerry," tuturnya.
Menlu AS John Kerry menyampaikan rencana baru untuk penyelesaian Aleppo kepada Rusia pada Jumat lalu. Lavrov sebelumnya mengatakan bahwa rencana itu melibatkan penarikan semua pasukan pemberontak yang didukung AS dari Aleppo ke Idlib provinsi timur. Sedangkan mereka yang bersikeras untuk tinggal akan dicap sebagai teroris dan target yang sah untuk ofensif Angkatan Darat Suriah.
(ian)