Perempuan Meksiko yang Diperkosa 43.000 Kali Kini Jadi Aktivis HAM

Minggu, 04 Desember 2016 - 05:07 WIB
Perempuan Meksiko yang...
Perempuan Meksiko yang Diperkosa 43.000 Kali Kini Jadi Aktivis HAM
A A A
MEXICO CITY - Karla Jacinto, 24, perempuan asal Meksiko korban perdagangan manusia yang mengaku “diperkosa 43.000 kali” pada usia remaja, kini mengubah hidupnya menjadi aktivis hak asasi manusia (HAM) untuk membantu orang lain. Karla jadi target sindikat pedagang manusia sejak usianya 12 tahun.

Para sindikat pedagang manusia memperdaya keluarga Karla yang miskin dengan hadiah dan uang. Taktik itu dipakai untuk menjauhkan Karla dari keluarganya.

Karla yang pernah jadi pemberitaan media-media internasional karena kisah pilunya, telah memperkirakan bahwa dia dipaksa untuk tidur dengan setidaknya 30 pria dalam sehari selama empat tahun ketika dia berusia remaja.

Sejak dijauhkan dari keluarga, Karla dibawa para sindikat pedagang manusia ke Guadalajara, salah satu kota terbesar di Meksiko. Di kota itulah, Karla pertama kali dipaksa bekerja sebagai pelacur.

Dia akhirnya diselamatkan pada tahun 2008 dalam operasi anti-trafficking di Mexico City yang dilakukan pihak berwenang. Setelah dibebaskan, Karla menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan “luka emosional” dan kenangan mengerikan dari pelecehan seksual yang dia alami.

Kini, setelah bangkit dari keterpurukan Karla mendedikasikan diri sebagai aktivis HAM. Perempuan ini mulai melakukan perjalanan keliling dunia untuk memberikan bantuan dan nasihat kepada para korban perbudakan seksual. Dia bahkan melakukan pertemuan Paus Fransiskus di Vatikan untuk membahas masalah tersebut.

Karla mengatakan bahwa dia sedang mencari cara untuk meningkatkan kesadaran akan krisis perdagangan manusia di Meksiko, di mana diperkirakan 20 ribu perempuan di negara itu diyakini menjadi korban perdagangan manusia setiap tahun. Angka itu merupakan data Organisasi Internasional untuk Migrasi.

Menurut laporan CNN, Karla saat ini sebenarnya tidak hanya bertahan hidup, tapi dia sudah mengembakan diri sebagai aktivis HAM yang berbicara menentang perbudakan modern.

Saat dia menunjukkan foto-fotonya ketika berusia 12 tahun kepada wartwan, Karla menjelaskan apa yang dia alami pada saat itu.”Mereka akan memukuli saya dengan tongkat, mereka akan memukul saya dengan kabel, mereka akan memukul saya dengan rantai,” katanya.

”Mereka memaksa saya menjadi pelacur pada usia 12 tahun,” ujarnya, seperti dikutip Daily Mirror, Minggu (4/12/2016).

“Ada orang-orang yang akan menertawakan saya karena saya menangis.Saya harus menutup mata saya, jadi saya tidak akan melihat apa yang mereka lakukan kepada saya,” imbuh dia.

Karla mengklaim bahwa beberapa penyerang nya adalah polisi berseragam, hakim hingga pendeta. ”Saya pikir mereka yang menjijikkan,” katanya mengenang penderitaannya di masa lalu.
(mas)
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan Magnitudo...
Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,6 Mengguncang Pantai Pasifik Meksiko
Puluhan Kerangka Mammoth...
Puluhan Kerangka Mammoth Ditemukan di Mexico City
Meksiko Mau Tukar Pesawat...
Meksiko Mau Tukar Pesawat Kepresidenan dengan Alat Medis
Presiden Meksiko Ingin...
Presiden Meksiko Ingin Segera Selesaikan Penjualan Jet Mewah
Presiden Meksiko Segera...
Presiden Meksiko Segera Undi Lotere Berhadiah Pesawat Mewah
Aktris Meksiko Ditembak...
Aktris Meksiko Ditembak Mati Saat Menunggu Putranya Main Bola
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
29 menit yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
52 menit yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
2 jam yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved