Israel Tunjuk Dubes Pertama untuk Turki Pasca Rekonsiliasi
Rabu, 16 November 2016 - 14:33 WIB
Israel Tunjuk Dubes Pertama untuk Turki Pasca Rekonsiliasi
A
A
A
YERUSALEM - Israel menunjuk duta besar (Dubes) pertama untuk Turki pada Selasa kemarin. Penunjukkan ini adalah yang pertama sejak kedua negara menarik dubesnya masing-masing utusan lima tahun lalu. Penarikan itu dipicu perselisihan terkait serangan mematikan Israel di atas kapal Turki yang berusaha mencapai Jalur Gaza.
Kementerian Luar Negeri Israel menunjuk Eitan Naeh sebagai utusan baru untuk Ankara. Media lokal melaporkan bahwa Naeh adalah diplomat yang saat ini bertugas di London namun pernah bertugas di Turki pada masa lalu seperti dikutip dari Al Araby, Rabu (16/11/2016).
Kembalinya dubes masing-masing negara merupakan bagian dari kesepakatan rekonsiliasi Israel dan Turki yang terjadi pada awal tahun ini. Rekonsiliasi ini sekaligus mengakhiri ketegangan kedua negara selama 6 tahun terakhir.
Hubungan Israel-Turki menurun setelah Recep Tayyip Erdogan, yang partainya memiliki akar dalam gerakan Islam Turki, menjadi perdana menteri pada tahun 2003. Hubungan tersebut meledak pada tahun 2010 setelah serangan angkatan laut Israel terhadap kapal Turki yang berusaha menembus blokade Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.
Sembilan aktivis Turki tewas dalam serangan itu dan salah satunya kemudian meninggal karena luka yang diderita dalam insiden itu. Duta Israel dan Turki ditarik pulang setahun setelah insiden di laut tersebut.
Meski Israel telah menunjuk duta besar untuk Turki, belum diketahui dengan pasti siapa yang akan ditunjuk Turki untuk menjadi duta besar bagi Israel.
Kementerian Luar Negeri Israel menunjuk Eitan Naeh sebagai utusan baru untuk Ankara. Media lokal melaporkan bahwa Naeh adalah diplomat yang saat ini bertugas di London namun pernah bertugas di Turki pada masa lalu seperti dikutip dari Al Araby, Rabu (16/11/2016).
Kembalinya dubes masing-masing negara merupakan bagian dari kesepakatan rekonsiliasi Israel dan Turki yang terjadi pada awal tahun ini. Rekonsiliasi ini sekaligus mengakhiri ketegangan kedua negara selama 6 tahun terakhir.
Hubungan Israel-Turki menurun setelah Recep Tayyip Erdogan, yang partainya memiliki akar dalam gerakan Islam Turki, menjadi perdana menteri pada tahun 2003. Hubungan tersebut meledak pada tahun 2010 setelah serangan angkatan laut Israel terhadap kapal Turki yang berusaha menembus blokade Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.
Sembilan aktivis Turki tewas dalam serangan itu dan salah satunya kemudian meninggal karena luka yang diderita dalam insiden itu. Duta Israel dan Turki ditarik pulang setahun setelah insiden di laut tersebut.
Meski Israel telah menunjuk duta besar untuk Turki, belum diketahui dengan pasti siapa yang akan ditunjuk Turki untuk menjadi duta besar bagi Israel.
(ian)