Pantau Pemilu AS, Diplomat Rusia Diancam Akan Dipidana

Minggu, 23 Oktober 2016 - 11:30 WIB
Pantau Pemilu AS, Diplomat...
Pantau Pemilu AS, Diplomat Rusia Diancam Akan Dipidana
A A A
WASHINGTON - Diplomat Rusia di Amerika Serikat (AS) telah diancam oleh para pejabat AS dengan tuntutan pidana jika mereka mencoba untuk memantau pemilihan Presiden dan Kongres mendatang di TPS. Begitu bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di Washington.

Menurut misi diplomatik Rusia belum mengajukan permintaan resmi untuk memantau pemilu yang akan berlangsung pada 8 November mendatang. "Kami belum mengajukan permintaan apapun kepada Departemen Luar Negeri terkait pemantauan pemilu," bunyi pernyataan itu.

"Sebagai rasa hormat misi diplomatik kami, kami akan mengirimkan informasi mengenai niatan kami kepada Departemen Luar Negeri," sambung pernyataan itu disitat dari Russia Today, Minggu (23/10/2016).

Dalam pernyataannya, Kedubes Rusia menyatakan telah mengulurkan tangan untuk beberapa komisi pemilu lokal untuk mengetahui prosedur pemilihan di AS tetapi mendapatkan respon negatif. Para diplomat bahkan diancam dengan tindakan hukum. "Kami kebanyakan menerima tanggapan negatif, termasuk ancaman terkait kepentingan dan kehadiran kami di TPS dapat dilihat sebagai tindakan kriminal," kata Kedubes Rusia.

Sebelumnya media AS melaporkan bahwa negara bagian AS seperti Texas, Oklahoma dan Lousiana dilaporkan telah menerima pernyataan terkait pemilu dari Moskow. Meskipun tidak menyebut negara bagian mana dari AS, Kedubes Rusia mencatat beberapa otoritas lokal mengkoordinasikan keputusan negatifnya dengan pemerintah federal.

Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby menyatakan AS terbuka untuk Moskow mengamati pemilu sebagai bagian dari misi Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE). Namun sejauh ini Moskow membantah telah mengajukan permintaan ke OSCE.

Baca juga:
Oklahoma Tolak Permintaan Rusia Pantau Pemilu
(ian)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Berita Terkini
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
1 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
2 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
3 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
4 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
5 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
6 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved