Pembicaraan Soal Suriah di Swiss Berakhir Hampa
Minggu, 16 Oktober 2016 - 06:04 WIB
Pembicaraan Soal Suriah di Swiss Berakhir Hampa
A
A
A
LAUSANNE - Rusia dan Amerika Serikat (AS) gagal membuat terobosan dalam pembicaraan terbaru mengenai perang Suriah di Lausanne, Swiss. Kedua negara gagal menyepakati strategi bersama untuk mengakhiri konflik di Suriah yang telah memasuki tahun keenam.
Pertemuan di Lausanne dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov beserta tujuh menlu dari Iran, Irak, Arab Saudi, Turki, Qatar, Yordania dan Mesir. Pertemuan ini digelar setelah runtuhnya rencana gencatan senjata Rusia-AS yang susah payah dibuat dan diharapkan bisa mengakhiri perang saudara di Suriah.
Kepada wartawan Kerry mengatakan ada konsensus tentang sejumlah pilihan yang dapat menciptakan gencatan senjata. Meski begitu, Kerry mengakui, ada beberapa ketegangan selama pembicaraan.
"Saya akan menggolongkan ini sebagai contoh dari apa yang kita inginkan, yang merupakan sebuah tukar pikiran dan diskusi yang sangat jujur untuk pertama kali," kata Kerry seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/10/2016).
"Sejumlah ide datang dari sejumlah menteri yang berbeda seperti yang kita harapkan yang mungkin dapat membentuk beberapa pendekatan yang berbeda," tambah Kerry.
Namun pertemuan itu gagal membuahkan sebuah pernyataan bersama atau visi bersama. Mengenai hal ini, Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan para menteri telah membahas beberapa ide menarik tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Pertemuan di Lausanne dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov beserta tujuh menlu dari Iran, Irak, Arab Saudi, Turki, Qatar, Yordania dan Mesir. Pertemuan ini digelar setelah runtuhnya rencana gencatan senjata Rusia-AS yang susah payah dibuat dan diharapkan bisa mengakhiri perang saudara di Suriah.
Kepada wartawan Kerry mengatakan ada konsensus tentang sejumlah pilihan yang dapat menciptakan gencatan senjata. Meski begitu, Kerry mengakui, ada beberapa ketegangan selama pembicaraan.
"Saya akan menggolongkan ini sebagai contoh dari apa yang kita inginkan, yang merupakan sebuah tukar pikiran dan diskusi yang sangat jujur untuk pertama kali," kata Kerry seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/10/2016).
"Sejumlah ide datang dari sejumlah menteri yang berbeda seperti yang kita harapkan yang mungkin dapat membentuk beberapa pendekatan yang berbeda," tambah Kerry.
Namun pertemuan itu gagal membuahkan sebuah pernyataan bersama atau visi bersama. Mengenai hal ini, Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan para menteri telah membahas beberapa ide menarik tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
(ian)