Disembur AS, Koalisi Arab Siap Investigasi Serangan Udara di Yaman
Minggu, 09 Oktober 2016 - 16:48 WIB
Disembur AS, Koalisi Arab Siap Investigasi Serangan Udara di Yaman
A
A
A
RIYADH - Koalisi Arab menyatakan siap bekerjasama dengan Amerika Serikat (AS) untuk menyelidiki serangan udara yang menewaskan ratusan orang di Yaman. Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya AS menyatakan akan mempertimbangkan dukungan untuk operasi militer koalisi Arab di Yaman.
"Para penyidik akan diberikan akses ke data dan informasi tentang operasi militer yang dilakukan pada hari itu dan di tempat kejadian, serta di daerah sekitarnya," bunyi komunike yang dikeluarkan koalisi Arab seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (9/10/2016).
Pesawat-pesawat jet tempur koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi menembakkan rudal terhadap sebuah prosesi pemakaman kelompok pemberontak Houthi di Sanaa, Yaman, pada hari Sabtu.
Menurut perkiraan PBB, serangan itu menewaskan lebih dari 140 orang dan menyebabkan lebih dari 525 orang terluka. Sementara media melaporkan 213 orang tewas. Namun koalisi internasional pimpinan Arab Saudi membantah tuduhan tersebut.
Yaman telah dilalap konflik militer antara pemerintah yang dipimpin Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi dan Houthi sejak 2014. Houthi mendapat dukungan dari unit tentara yang setia kepada mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh.
Sejak Maret 2015, koalisi negara-negara Teluk Persia yang dipimpin Arab Saudi telah melaksanakan serangan udara terhadap Houthi atas permintaan Hadi.
"Para penyidik akan diberikan akses ke data dan informasi tentang operasi militer yang dilakukan pada hari itu dan di tempat kejadian, serta di daerah sekitarnya," bunyi komunike yang dikeluarkan koalisi Arab seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (9/10/2016).
Pesawat-pesawat jet tempur koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi menembakkan rudal terhadap sebuah prosesi pemakaman kelompok pemberontak Houthi di Sanaa, Yaman, pada hari Sabtu.
Menurut perkiraan PBB, serangan itu menewaskan lebih dari 140 orang dan menyebabkan lebih dari 525 orang terluka. Sementara media melaporkan 213 orang tewas. Namun koalisi internasional pimpinan Arab Saudi membantah tuduhan tersebut.
Yaman telah dilalap konflik militer antara pemerintah yang dipimpin Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi dan Houthi sejak 2014. Houthi mendapat dukungan dari unit tentara yang setia kepada mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh.
Sejak Maret 2015, koalisi negara-negara Teluk Persia yang dipimpin Arab Saudi telah melaksanakan serangan udara terhadap Houthi atas permintaan Hadi.
(ian)