Duterte Peringatkan Obama: Saya Bukan Pelayanmu!

Sabtu, 08 Oktober 2016 - 02:30 WIB
Duterte Peringatkan...
Duterte Peringatkan Obama: Saya Bukan Pelayanmu!
A A A
DAVAO - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan peringatan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) untuk menilai negaranya sendiri atau berisiko akan kehilangan Filipina sebagai sekutu. Duterte juga menegaskan bahwa dia bukan pelayan AS maupun Obama.

Peringatan dari Presiden Duterte ini muncul dalam pidatonya di Davao pada Jumat malam tadi. Presiden berjuluk “The Punisher” atau “Penghukum” itu bahkan menantang Obama menggulingkan atau bahkan membunuhnya melalui agen CIA.

Presiden menyebut nama Obama empat kali dalam sambutannya saat dia mengulangi sebanyak dua kali bahwa latihan perang tahunan AS dan Filipina pada tahun ini akan menjadi yang terakhir. Duterte tegaskan, latihan perang gabungan itu bukan bagian dari Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA) atau Perjanjian Kerjasama Pertahanan.

”Nilai diri sendiri, karena jika Anda tidak, Anda akan kehilangan Filipina,” kata Duterte mempringatkan Obama.”Saya bukan pelayanmu!,” katanya lagi.

Baca:
Presiden Duterte Tantang CIA Gulingkan Dirinya


Duterte masih kesal dengan AS, Uni Eropa dan kelompok HAM yang terus mengkritik perang melawan narkoba di Filipina. Perang melawan kejahatan yang dikobarkan Duterte itu telah menewaskan ribuan orang, baik pecandu maupun gembong narkoba.

”Amerika, Uni Eropa, (kelompok) hak asasi manusia, cara mereka berbicara, mereka menegur (saya) seolah-olah saya dianggap mereka anak,” kata Duterte.

”Saya bukan pelayanmu. Jangan lakukan itu pada saya ketika Anda berbicara dengan saya, Obama, kelompok hak asasi manusia dan Uni Eropa, jika Anda tidak bodoh, saya ini Presiden Republik Filipina,” imbuh Duterte, seperti dikutip Inquirer, Sabtu (8/10/2016).

Presiden Duterte mengaku membenci Obama ketika mengatakan kepadanya agar melakukan perang narkoba di "jalan yang benar". Sedangkan Uni Eropa dan PBB telah membuat tuduhan bahwa Pemerintah Duterte menoleransi pembunuhan di luar hukum di Filipina terkait perang melawan narkoba.
(mas)
Berita Terkait
Negara-negara Asia Tenggara...
Negara-negara Asia Tenggara Sekutu Amerika Serikat
Media Amerika Serikat:...
Media Amerika Serikat: Vietnam Berisiko Gagal, Timnas Indonesia Punya Tugas Mudah
Melunak, Filipina Cabut...
Melunak, Filipina Cabut Ancaman Akhiri Pakta Militer dengan AS
Menhan Filipina Mengaku...
Menhan Filipina Mengaku Didesak China Hentikan Tinjauan Pakta Pertahanan dengan AS
AS-Filipina Gelar Pertemuan...
AS-Filipina Gelar Pertemuan Soal Perjanjian Pertahanan, China Waspada
Duterte Gantung Nasib...
Duterte 'Gantung' Nasib Perjanjian Kunjungan Pasukan AS
Berita Terkini
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
1 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
2 jam yang lalu
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
3 jam yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 jam yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
5 jam yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved