Meradang, Barat Tuduh Rusia Penjahat Perang di Aleppo

Senin, 26 September 2016 - 08:27 WIB
Meradang, Barat Tuduh...
Meradang, Barat Tuduh Rusia Penjahat Perang di Aleppo
A A A
NEW YORK - Para diplomat dari negara-negara Barat meradang saat debat di forum pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York pada hari Minggu. Mereka kompak menuruh Rusia sebagai penjahat perang di Aleppo, Suriah.

Kemarahan Barat itu disampaikan Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB; Samantha Power dan Duta Besar Prancis untuk PBB; Francois Delattre. Sebagai puncak kemarahan, para diplomat Barat melakukan aksi walk-out meninggalkan Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin.

Ketiga diplomat Barat menuduh Rusia mendukung aksi ofensif Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad. Rycroft mengatakan sulit untuk menyangkal bahwa keduanya, rezim Suriah dan sekutunya Rusia, sedang melakukan kejahatan perang.

”Setelah lima tahun konflik, Anda mungkin berpikir bahwa rezim telah mengisinya dengan kebiadaban, yang haus darah terhadap rakyatnya sendiri,” kata Rycroft.

”Tapi akhir pekan ini, rezim (Suriah) dan Rusia terjun ke kedalaman baru dan melepaskan neraka baru di Aleppo,” lanjut dia.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan; "Membawa perdamaian hampir merupakan tugas yang mustahil sekarang". Alasannya, pemberontak Suriah telah menyabotase perjanjian gencatan senjata dengan menopang pasukannya.

Churkin menuduh balik koalisi Barat sudah gagal untuk memisahkan antara pasukan oposisi moderat dengan kelompok teroris termasuk kelompok Front Fatah Sham, sebuah kelompok sayap al-Qaida.

Diplomat Rusia ini bersikeras bahwa Moskow masih menginginkan gencatan senjata bersama melalui negosiasi baru di antara pihak yang bertikai di Suriah.

Utusan Khusus PBB di Suriah, Staffan de Mistura, mengatakan sedikitnya 213 warga sipil telah tewas sejak serangan dimulai di Aleppo. Sedangkan para pekerja kemanusiaan di lapangan melaporkan bahwa sekitar setengah dari korban jiwa adalah anak-anak.

“Kita telah melihat situasi di Aleppo mencapai puncak horor baru,” katanya di hadapan Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB; Samantha Power, menuruh Rusia berperilaku barbar di Aleppo.

“Assad, telah lama memiliki kekuatan untuk menghentikan penderitaan ini,” ujar Samantha Power, seperti dikutip BBC, Senin (26/9/2016). “Daripada perdamaian, Rusia dan Assad berperang, Rusia dan Assad mengebom rumah sakit,” katanya lagi.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
1 jam yang lalu
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
4 jam yang lalu
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
5 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
5 jam yang lalu
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
6 jam yang lalu
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
7 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved