Bahas Nuklir Korut, Menlu AS Lakukan Pertemuan Trilateral
Sabtu, 17 September 2016 - 03:48 WIB
Bahas Nuklir Korut, Menlu AS Lakukan Pertemuan Trilateral
A
A
A
WASHINGTON - Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS), John Kerry, berencana akan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan (Korsel) dan Jepang pada akhir pekan nanti. Pertemuan ini dilakukan untuk membahas uji coba nuklir terbaru yang dilakukan Korea Utara (Korut).
"Pertemuan trilateral antara Kerry, Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida dan Menteri Luar Negeri Republik Korea Yun Byung-se akan berlangsung selama sidang Majelis Umum PBB di New York pada akhir pekan nanti," kata Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip dari USA Today, Sabtu (17/9/2016).
Ketiga negara tersebut sudah mulai mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menjatuhkan sanksi baru yang lebih kuat kepada Korut, seperti dilaporkan oleh Reuters.
Pertemuan itu terjadi setelah Korut melakukan uji coba nuklir yang kedua tahun ini dan kelima sejak tahun 2006 pada 9 September lalu. Dalam pertemuan darurat hari Selasa lalu, DK PBB mengutuk uji coba tersebut dan mengancam akan memberikan tindakan lebih lanjut jika uji coba tidak dihentikan.
Presiden Obama juga memperingatkan Korut dan menegaskan jika AS akan sepenuhnya membela para sekutunya. "Untuk menjadi jelas, Amerika Serikat tidak, dan tidak akan pernah, menerima Korea Utara sebagai negara nuklir," kata Obama
Sebagai respon atas uji coba nuklir Korut, AS mengirimka dua pesawat pengebom untuk terbang di atas Korsel pada Selasa lalu. Diperkirakan, Korut mempunyai sekitar delapan sampai 20 hulu ledak nuklir, dan jumlah itu bisa terus meningkat.
"Pertemuan trilateral antara Kerry, Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida dan Menteri Luar Negeri Republik Korea Yun Byung-se akan berlangsung selama sidang Majelis Umum PBB di New York pada akhir pekan nanti," kata Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip dari USA Today, Sabtu (17/9/2016).
Ketiga negara tersebut sudah mulai mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menjatuhkan sanksi baru yang lebih kuat kepada Korut, seperti dilaporkan oleh Reuters.
Pertemuan itu terjadi setelah Korut melakukan uji coba nuklir yang kedua tahun ini dan kelima sejak tahun 2006 pada 9 September lalu. Dalam pertemuan darurat hari Selasa lalu, DK PBB mengutuk uji coba tersebut dan mengancam akan memberikan tindakan lebih lanjut jika uji coba tidak dihentikan.
Presiden Obama juga memperingatkan Korut dan menegaskan jika AS akan sepenuhnya membela para sekutunya. "Untuk menjadi jelas, Amerika Serikat tidak, dan tidak akan pernah, menerima Korea Utara sebagai negara nuklir," kata Obama
Sebagai respon atas uji coba nuklir Korut, AS mengirimka dua pesawat pengebom untuk terbang di atas Korsel pada Selasa lalu. Diperkirakan, Korut mempunyai sekitar delapan sampai 20 hulu ledak nuklir, dan jumlah itu bisa terus meningkat.
(ian)