Serangan Udara AS Tewaskan Menteri Informasi ISIS
Sabtu, 17 September 2016 - 02:15 WIB
Serangan Udara AS Tewaskan Menteri Informasi ISIS
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon mengatakan seorang pemimpin kunci Negara Islam (ISIS) tewas dalam sebuah serangan udara di Suriah. Pemimpin ISIS itu disebut sebagai sosok yang bertanggung jawab atas video teror pernyiksaan dan eksekusi.
Sekretaris pers Pentagon, Peter Cook mengatakan, Wa'il Adil Hasan Salman al-Fayad yang juga dikenal sebagai Dr. Wa'il, menteri informasi dan pemimpin utama ISIS tewas pekan lalu. Wa'il tewas 7 September di dekat Raqqa, yang diproklamirkan sebagai ibukota kelompok ekstrimis itu.
"Tewasnya pemimpin senior ISIS ini menurunkan kemampuan kelompok itu untuk mempertahankan wilayah dan kemampuan untuk merencanakan, keuangan, dan serangan langsung di dalam dan di luar kawasan itu," kata Cook.
"Kami akan terus bekerjasama dengan mitra koalisi kami untuk membangun momentum dalam kampanye untuk memberikan kekalahan abadi bagi ISIS," imbuhnya seperti dikutip dari USA Today, Sabtu (17/9/2016).
Awal pekan ini, Pentagon juga telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah membunuh Abu Muhammad Al-Adnani, juru bicara kepala untuk ISIS dan koordinator serangan yang menimbulkan korban massal, termasuk di Paris dan Brussels. Adnani diketahui rekan dekat Wa'il.
Sejak perang udara yang dipimpin AS terhadap ISIL di mulai pada tahun 2014, lebih dari 45.000 anggota ISIS telah tewas oleh misi pemboman dan pasukan sekutu Amerika di darat. Strategi AS, seperti diumumkan pada akhir tahun lalu, telah difokuskan pada penggerebekan untuk membunuh atau menangkap pemimpin kunci ISIS dan akhirnya merebut kembali Raqqa.
Sekretaris pers Pentagon, Peter Cook mengatakan, Wa'il Adil Hasan Salman al-Fayad yang juga dikenal sebagai Dr. Wa'il, menteri informasi dan pemimpin utama ISIS tewas pekan lalu. Wa'il tewas 7 September di dekat Raqqa, yang diproklamirkan sebagai ibukota kelompok ekstrimis itu.
"Tewasnya pemimpin senior ISIS ini menurunkan kemampuan kelompok itu untuk mempertahankan wilayah dan kemampuan untuk merencanakan, keuangan, dan serangan langsung di dalam dan di luar kawasan itu," kata Cook.
"Kami akan terus bekerjasama dengan mitra koalisi kami untuk membangun momentum dalam kampanye untuk memberikan kekalahan abadi bagi ISIS," imbuhnya seperti dikutip dari USA Today, Sabtu (17/9/2016).
Awal pekan ini, Pentagon juga telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah membunuh Abu Muhammad Al-Adnani, juru bicara kepala untuk ISIS dan koordinator serangan yang menimbulkan korban massal, termasuk di Paris dan Brussels. Adnani diketahui rekan dekat Wa'il.
Sejak perang udara yang dipimpin AS terhadap ISIL di mulai pada tahun 2014, lebih dari 45.000 anggota ISIS telah tewas oleh misi pemboman dan pasukan sekutu Amerika di darat. Strategi AS, seperti diumumkan pada akhir tahun lalu, telah difokuskan pada penggerebekan untuk membunuh atau menangkap pemimpin kunci ISIS dan akhirnya merebut kembali Raqqa.
(ian)