Jet Rusia Habisi 250 Anggota ISIS yang Berencana Serang Palmyra
Kamis, 15 September 2016 - 02:42 WIB
Jet Rusia Habisi 250 Anggota ISIS yang Berencana Serang Palmyra
A
A
A
MOSKOW - Angkatan Udara Rusia melancarkan serangan udara terhadap kelompok teroris ISIS yang tengah mempersiapkan serangan ke kota Palmyra, Suriah. Serangan tersebut menewaskan 250 anggota ISIS dan menghancurkan 15 kendaraan.
"Perang melawan ISIS telah berlansung. Kemarin, Angkatan Udara Rusia melakukan serangan udara ke bagian utara dari Palmyra dimana sekelompok teroris ISIS sedang mempersiapkan serangan ke kota itu," kata Wakil Pertama Kepala Staf Departemen Operasional Utama, Letnan Jenderal Viktor Poznikhir seperti dikutip dari laman Sputniknews, Kamis (15/9/2016).
Menurut Poznikhir pada jumpa pers di Kementerian Pertahanan, sekitar 250 teroris tewas dan sekitar 15 kendaraan bersenjata senapan mesin dengan kaliber besar hancur dalam serangan udara itu.
Rusia telah melakukan kampanye kontrateroris di Suriah sejak 30 September 2015, atas permintaan Presiden Bashar Assad. Pada tanggal 14 Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk menarik sebagian besar kontingen militer Rusia dari Suriah.
Rusia dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk melakukan gencatan senjata di Suriah pada awal pekan kemarin. Selain itu keduanya juga sepakat untuk bersama-sama memerangi ISIS dan Front al-Nusra serta kelompok teroris yang masuk dalam daftar PBB di Suriah.
"Perang melawan ISIS telah berlansung. Kemarin, Angkatan Udara Rusia melakukan serangan udara ke bagian utara dari Palmyra dimana sekelompok teroris ISIS sedang mempersiapkan serangan ke kota itu," kata Wakil Pertama Kepala Staf Departemen Operasional Utama, Letnan Jenderal Viktor Poznikhir seperti dikutip dari laman Sputniknews, Kamis (15/9/2016).
Menurut Poznikhir pada jumpa pers di Kementerian Pertahanan, sekitar 250 teroris tewas dan sekitar 15 kendaraan bersenjata senapan mesin dengan kaliber besar hancur dalam serangan udara itu.
Rusia telah melakukan kampanye kontrateroris di Suriah sejak 30 September 2015, atas permintaan Presiden Bashar Assad. Pada tanggal 14 Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk menarik sebagian besar kontingen militer Rusia dari Suriah.
Rusia dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk melakukan gencatan senjata di Suriah pada awal pekan kemarin. Selain itu keduanya juga sepakat untuk bersama-sama memerangi ISIS dan Front al-Nusra serta kelompok teroris yang masuk dalam daftar PBB di Suriah.
(ian)