NATO Dukung Turki Perangi ISIS di Suriah
Sabtu, 10 September 2016 - 11:52 WIB
NATO Dukung Turki Perangi ISIS di Suriah
A
A
A
BRUSSELS - Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, menyambut baik upaya Turki meningkatkan serangan untuk memerangi militan ISIS di Suriah. Ia juga mengatakan bahwa pelatihan pasukan lokal adalah kunci untuk memerangi ISIS.
Pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Stoltenberg juga mengatakan NATO telah meningkatkan kehadiran militernya di Turki, yang digambarkan sebagai anggota "yang kuat dan sangat dihargai" aliansi Atlantik.
"Saya menyambut baik upaya peningkatan yang dilakukan oleh Turki tetapi juga sekutu lainnya dalam memerangi ISIS di Suriah dan saya juga percaya kuncinya adalah melatih pasukan lokal," katanya.
"Ini adalah situasi yang sangat kompleks dan sangat sulit di Suriah, tapi tidak ada alternatif untuk hanya berdiam diri. Kami harus mencoba untuk menemukan solusi dan juga untuk melawan ISIS di Suriah," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (10/9/2016).
Turki melancarkan serangan militer besar pertama ke Suriah lebih dari dua minggu lalu. Serangan militer itu sebagai upaya untuk mendorong ISIS menjauh dari perbatasan dan mencegak pejuang milisi Kurdi Suriah dari merebut wilayah di belakang mereka.
Pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Stoltenberg juga mengatakan NATO telah meningkatkan kehadiran militernya di Turki, yang digambarkan sebagai anggota "yang kuat dan sangat dihargai" aliansi Atlantik.
"Saya menyambut baik upaya peningkatan yang dilakukan oleh Turki tetapi juga sekutu lainnya dalam memerangi ISIS di Suriah dan saya juga percaya kuncinya adalah melatih pasukan lokal," katanya.
"Ini adalah situasi yang sangat kompleks dan sangat sulit di Suriah, tapi tidak ada alternatif untuk hanya berdiam diri. Kami harus mencoba untuk menemukan solusi dan juga untuk melawan ISIS di Suriah," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (10/9/2016).
Turki melancarkan serangan militer besar pertama ke Suriah lebih dari dua minggu lalu. Serangan militer itu sebagai upaya untuk mendorong ISIS menjauh dari perbatasan dan mencegak pejuang milisi Kurdi Suriah dari merebut wilayah di belakang mereka.
(ian)