AS dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata di Suriah
Sabtu, 10 September 2016 - 09:48 WIB
AS dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata di Suriah
A
A
A
JENEWA - Setelah berjalan alot dan berlarut-larut, Rusia dan Amerika Serikat (AS) akhir menyepakati perjanjian gencatan senjata nasional di Suriah. Gencatan senjata ini akan aktif berlaku mulai pekan depan.
Gencatan senjata ini akan diikuti dengan kemitraan militer baru antara pemerintah Suriah dengan kelompok oposis untuk memberangus kelompok Al-Qaida dan Negara Islam atau ISIS.
Pada konferensi pers bersama, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan rencana ini dapat mengurangi kekerasan di Suriah dan menyebabkan transisi politik yang telah lama dicari, mengakhiri lebih dari lima tahun pertumpahan darah.
Dia menyebut kesepakatan ini berpotensi menjadi "titik balik" dalam konflik Suriah, jika dilaksanakan oleh pemerintah Rusia yang didukung Suriah dan kelompok pemberontak yang didukung AS.
"Gencatan senjata dimulai saat matahari terbenam pada hari Senin," ujar Kerry, bertepatan dengan hari libur Idul Adha seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Sabtu (10/9/2016).
Sementara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menegaskan tentang perjanjian gencatan senjata tersebut dan mengatakan bisa membantu memperluas perang kontra-terorisme dan pengiriman bantuan ke warga sipil Suriah. Dia mengatakan pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad siap untuk mematuhi pengaturan.
Gencatan senjata ini akan diikuti dengan kemitraan militer baru antara pemerintah Suriah dengan kelompok oposis untuk memberangus kelompok Al-Qaida dan Negara Islam atau ISIS.
Pada konferensi pers bersama, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan rencana ini dapat mengurangi kekerasan di Suriah dan menyebabkan transisi politik yang telah lama dicari, mengakhiri lebih dari lima tahun pertumpahan darah.
Dia menyebut kesepakatan ini berpotensi menjadi "titik balik" dalam konflik Suriah, jika dilaksanakan oleh pemerintah Rusia yang didukung Suriah dan kelompok pemberontak yang didukung AS.
"Gencatan senjata dimulai saat matahari terbenam pada hari Senin," ujar Kerry, bertepatan dengan hari libur Idul Adha seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Sabtu (10/9/2016).
Sementara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menegaskan tentang perjanjian gencatan senjata tersebut dan mengatakan bisa membantu memperluas perang kontra-terorisme dan pengiriman bantuan ke warga sipil Suriah. Dia mengatakan pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad siap untuk mematuhi pengaturan.
(ian)