Rusia-AS Kembali Gagal Capai Kesepakatan Soal Suriah
Senin, 05 September 2016 - 14:12 WIB
Rusia-AS Kembali Gagal Capai Kesepakatan Soal Suriah
A
A
A
HUANGZHOU - Rusia dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan kembali gagal mencapai kesepakatan untuk membantu menyelesaikan konflik di Suriah, dan upaya bersama melawan kelompok teroris di Suriah. Pertemuan terakhir kedua pihak terjadi di sela-sela KTT G-20 yang berlangsung di Huangzhou, China.
Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan, dalam pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri John Kerry dari sisi AS dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dari sisi Rusia, tidak ada satupun kesepakatan yang terjadi. Pembicaraan selalu menemui jalan buntu.
Melansir Al Arabiya pada Senin (5/9), pejabat yang tindak ingin disebutkan namanya itu menuturkan, masih ada jurang perbedaan yang teramat lebar antara AS dan Rusia mengenai Suriah. Inilah alasan utama kembali gagalnya AS dan Rusia untuk mencapai kesepakatan.
Sebelumnya, hal senada juga sempat diutarakan oleh Presiden AS Barack Obama. Obama menuturkan, masih ada perbedaan yang cukup jauh antara AS dan Rusia mengenai situasi di Suriah.
"Kami belum sampai pada titik itu. Saya pikir itu terlalu dini bagi kita untuk mengatakan ada jalan yang jelas ke depan, tapi ada kemungkinan setidaknya bagi kami untuk membuat beberapa kemajuan," ucap Obama, kemarin.
Dia menambahkan, negosiasi dengan Rusia untuk melakukan kerjasama di Suriah adalah hal yang sulit. Rusia, lanjut Obama, sampai saat ini belum bisa memberikan jaminan akan adanya koridor kemanusiaan, dan penghentian serangan terhadap wilayah sipil di Suriah.
Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan, dalam pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri John Kerry dari sisi AS dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dari sisi Rusia, tidak ada satupun kesepakatan yang terjadi. Pembicaraan selalu menemui jalan buntu.
Melansir Al Arabiya pada Senin (5/9), pejabat yang tindak ingin disebutkan namanya itu menuturkan, masih ada jurang perbedaan yang teramat lebar antara AS dan Rusia mengenai Suriah. Inilah alasan utama kembali gagalnya AS dan Rusia untuk mencapai kesepakatan.
Sebelumnya, hal senada juga sempat diutarakan oleh Presiden AS Barack Obama. Obama menuturkan, masih ada perbedaan yang cukup jauh antara AS dan Rusia mengenai situasi di Suriah.
"Kami belum sampai pada titik itu. Saya pikir itu terlalu dini bagi kita untuk mengatakan ada jalan yang jelas ke depan, tapi ada kemungkinan setidaknya bagi kami untuk membuat beberapa kemajuan," ucap Obama, kemarin.
Dia menambahkan, negosiasi dengan Rusia untuk melakukan kerjasama di Suriah adalah hal yang sulit. Rusia, lanjut Obama, sampai saat ini belum bisa memberikan jaminan akan adanya koridor kemanusiaan, dan penghentian serangan terhadap wilayah sipil di Suriah.
(esn)