Dikecam AS karena Perangi Oposisi Suriah, Turki Marah

Selasa, 30 Agustus 2016 - 07:49 WIB
Dikecam AS karena Perangi...
Dikecam AS karena Perangi Oposisi Suriah, Turki Marah
A A A
ANKARA - Pemerintah Turki marah dengan kecaman Amerika Serikat (AS) menyusul langkah Ankara yang memerangi pasukan oposisi (pemberontak) Suriah dan pasukan Kurdi YPG di Suriah utara. Turki menolak diatur AS untuk menentukan organisasi “teroris” mana yang harus diperangi.

Di mata Turki, pasukan Kurdi YPG adalah kelompok teroris. Tapi bagi AS, pasukan Kurdi YPG adalah sekutu yang diandalkan dalam memerangi kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah.

Langkah Turki dalam memerangi oposisi Suriah dan pasukan Kurdi YPG dinilai AS justru membantu ISIS di Suriah.

Menteri Turki untuk urusan Uni Eropa, Omer Celik, mengatakan tidak ada yang bisa mengatur Ankara untuk memerangi kelompok teroris mana yang boleh ditargetkan.

”Tidak ada yang memiliki hak untuk memberitahu kami organisasi teroris yang bisa kami lawan dan mana yang harus diabaikan,” kata Celik dalam konferensi pers di Ankara, seperti dikutip oleh Reuters, Selasa (30/8/2016).

Baca:
Turki Bentrok dengan Pemberontak Suriah, AS Kesal


Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, telah mengeluarkan peringatan keras kepada pasukan Kurdi Suriah. Pasukan Kurdi, kata Cavusoglu, harus segera menarik diri dari wilayah timur Sungai Efrat. Jika tidak, mereka akan menghadapi serangan lebih hebat dari pasukan Turki.

”YPG (pasukan Kurdi Suriah) harus segera menyeberang wilayah timur dari Sungai Efrat seperti yang mereka janjikan kepada AS dan karena mereka (AS) mengumumkan mereka (YPG) akan (melakukannya),” ujar Cavusoglu, seperti dikutip AP. ”Jika tidak, mereka akan menjadi target.”

Kemarahan Turki ini dipicu kecaman AS yang menilai bahwa langkah Ankara memerangi oposisi Suriah dan YPG Kurdi di Suriah utara justru membantu ISIS.

”Kami ingin membuat jelas bahwa kami menemukan bentrokan ini—di daerah di mana ISIS tidak terletak—tidak dapat diterima dan jadi sumber keprihatinan yang mendalam,” kata Brett McGurk, utusan khusus Presiden AS untuk koalisi anti-ISIS melalui Twitter, mengutip pernyataan Departemen Pertahanan AS.

”Kami menyerukan kepada semua pelaku bersenjata untuk mundur. AS secara aktif terlibat untuk memfasilitasi deconfliction dan bersatu fokus pada ISIS, yang tetap menjadi ancaman mematikan,” lanjut McGurk.

Dalam konferensi pers hari Senin, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter juga mendesak Turki untuk berkonsentrasi dalam perang melawan ISIS di Suriah.

“Kami telah meminta Turki untuk tetap fokus memerangi ISIS dan tidak terlibat (bentrok) dengan Pasukan Pertahanan Suriah (salah satu faksi oposisi Suriah), dan kami sudah memiliki sejumlah kontak selama beberapa hari terakhir,” kata Carter kepada wartawan.
(mas)
Berita Terkait
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
6 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
7 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
8 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
9 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
10 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
11 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved