Putin: Berkat Rusia, Warga AS Bebas dari Penjara Suriah
Rabu, 10 Agustus 2016 - 03:11 WIB
Putin: Berkat Rusia, Warga AS Bebas dari Penjara Suriah
A
A
A
ST PETERSBURG - Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkap bahwa Pemerintah Amerika Serikat (AS) meminta bantuan Rusia untuk memfasilitasi pembebasan seorang warganya dari penjara Suriah. Menurut Putin, berkat bantuan Rusia, warga AS itu telah bebas.
Putin menyuarakan kesiapan Rusia untuk bertindak dengan cara yang sama guna menyelamatkan warga negara mana pun. Dia berharap negara-negara mitra Rusia juga akan melakukan hal yang sama.
”Beberapa bulan yang lalu AS meminta kami untuk membantu mereka dalam membebaskan seorang warga negara Amerika yang ditemukan di sebuah penjara di Suriah,” kata Putin.
“Berikutnya, kegiatan kami berhasil. Itu bukan semacam operasi khusus, kami hanya berbicara dengan pihak berwenang Suriah,” ujar Putin.
“Kami menerima orang ini dan menyerahkannya kepada Amerika, tentu saja, dengan tidak ada uang tebusan yang terlibat. Kami didorong oleh motif murni kemanusiaan,” imbuh Putin kepada wartawan, seperti dikutip Sputniknews, semalam (9/8/2016).
Pemerintah AS belum berkomentar atas klaim Presiden Putin. AS dan Rusia selama ini berseberangan dalam konflik Suriah. AS dan sekutunya mendukung pemberontak Suriah yang ingin menggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sedangkan Rusia dan Iran membela rezim Assad.
Meski berseberangan, AS dan Rusia beberapa kali melakukan pembicaraan terkait operasi pesawat-pesawat tempur kedua kubu di Suriah. Pembicaraan itu penting untuk menghindari tabrakan pesawat tempur AS dan Rusia ketika sama-sama melakukan operasi tempur di Suriah.
Putin menyuarakan kesiapan Rusia untuk bertindak dengan cara yang sama guna menyelamatkan warga negara mana pun. Dia berharap negara-negara mitra Rusia juga akan melakukan hal yang sama.
”Beberapa bulan yang lalu AS meminta kami untuk membantu mereka dalam membebaskan seorang warga negara Amerika yang ditemukan di sebuah penjara di Suriah,” kata Putin.
“Berikutnya, kegiatan kami berhasil. Itu bukan semacam operasi khusus, kami hanya berbicara dengan pihak berwenang Suriah,” ujar Putin.
“Kami menerima orang ini dan menyerahkannya kepada Amerika, tentu saja, dengan tidak ada uang tebusan yang terlibat. Kami didorong oleh motif murni kemanusiaan,” imbuh Putin kepada wartawan, seperti dikutip Sputniknews, semalam (9/8/2016).
Pemerintah AS belum berkomentar atas klaim Presiden Putin. AS dan Rusia selama ini berseberangan dalam konflik Suriah. AS dan sekutunya mendukung pemberontak Suriah yang ingin menggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sedangkan Rusia dan Iran membela rezim Assad.
Meski berseberangan, AS dan Rusia beberapa kali melakukan pembicaraan terkait operasi pesawat-pesawat tempur kedua kubu di Suriah. Pembicaraan itu penting untuk menghindari tabrakan pesawat tempur AS dan Rusia ketika sama-sama melakukan operasi tempur di Suriah.
(mas)