Sadar Zina Dosa, tapi Wanita Pakistan Ini Nekat Jadi Bintang Porno

Minggu, 31 Juli 2016 - 00:10 WIB
Sadar Zina Dosa, tapi...
Sadar Zina Dosa, tapi Wanita Pakistan Ini Nekat Jadi Bintang Porno
A A A
LOS ANGELES - Nadia Ali, 25, nama wanita Pakistan ini. Dia tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) sebagai bintang film porno dan telah dilarang pulang ke negara asalnya.

Nadia memicu kegemparan setelah dia mengenakan pakaian tradisional Muslim Pakistan, termasuk jilbab, ketika membintangi film dewasa.

Dalam wawancara baru-baru ini, dia mengaku sebagai Muslim dan dibesarkan di keluarga yang memegang prinsip agama secara ketat. Bahkan, Nadia menyadari zina merupakan dosa dalam ajaran agama, tapi dia tetap nekat dan menolak berhenti dari pekerjaannya itu.

Tindakannya yang mengenakan busana keagamaan saat beradegan di film dewasa telah menuai hujatan. Nadia dianggap sengaja memikat banyak penggemar dengan memanfaatkan pakaian keagamaan dalam pekerjaan “hitam”-nya.

Dia menolak berhenti menjadi bintang film dewasa dengan alasan dia harus bekerja untuk mendapatkan uang.

Sebelum terjun ke industri film dewasa, Nadia semula bekerja di sebuah salon di San Fransisco. Lantaran kesulitan finansial, dia bersedia menerima ajakan temannya menjadi penari erotis selama 2,5 tahun.

Dia mengaku mengalami “konflik batin” antara agama dan pekerjaan. “Saya seorang Muslim. Tentu saja saya memiliki konflik antara iman dan kehidupan sehari-hari,” katanya dalam video wawancara yang dilansir Daily Mail, Sabtu (30/7/2016).

”Salah satu dosa terbesar utama adalah zina dan melakukannya beberapa kali sehari Anda tidak akan diampuni, dan saya sepenuhnya menyadari itu, tapi saya masih berdoa. Tapi, saya tidak mengantar (doa) lagi,” lanjut dia.

”Saya menghasilkan 500 dolar dan saya sangat bangga pada diri saya sendiri. Oh Tuhan saya tidak akan pernah kembali, saya tidak akan kembali ke kehidupan lama saya lagi,” ucapnya.

Dalam wawancara video itu dia mengaku secara resmi sudah dilarang kembali ke Pakistan karena mengenakan pakaian tradisional agama dalam adegan film dewasa. Menurutnya, akan jadi bahaya jika dia pergi ke negara asalnya.

“Ketika orang ingin membunuh seseorang, mereka tidak akan menghubungi Anda, Anda hanya akan tahu dan merasakan,” ujar Nadia.

Orang tua Nadia juga tidak suka jika dia bekerja seperti itu. ”Idealnya, sama seperti orang tua lain yang tidak suka anak mereka untuk melakukan jenis pekerjaan seperti ini, tetapi mereka memiliki pemahaman yang baik tentang alasan mengapa saya melakukan hal-hal ini. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang tua saya, saya sangat terbuka tentang berbagai hal,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
18 menit yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
1 jam yang lalu
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
1 jam yang lalu
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
2 jam yang lalu
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
3 jam yang lalu
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved