Dicibir saat Siarkan Berita Teror Nice, Jurnalis Berjilbab Melawan

Rabu, 20 Juli 2016 - 15:32 WIB
Dicibir saat Siarkan...
Dicibir saat Siarkan Berita Teror Nice, Jurnalis Berjilbab Melawan
A A A
LONDON - Fatima Manji, penyiar di Channel 4 News yang dicibir saat menyampaikan berita teror berdarah di Nice, Prancis, hanya karena dia berjilbab kini melawan. Jurnalis ini mengatakan bahwa cibiran terhadapnya sebagai bentuk nyata dari Islamophobia.

Cibiran terhadap Fatima semula muncul dari kolomnis The Sun, Kelvin MacKenzie. Kolomnis ini mengatakan, sosok penyiar seperti Fatima tidak bisa dipercaya dari sorot matanya ketika menyampaikan berita teror berdarah di Nice yang menewaskan puluhan orang.

MacKenzie bahkan mempertanyakan apakah itu tepat bagi Fatima yang berjilbab untuk muncul. ”Apakah itu pantas baginya untuk berada di kamera ketika ada lagi pembantaian mengejutkan oleh seorang Muslim?,” kata kolomnis itu mengacu pada sosok sopir truk yang menabrak kerumunan massa yang merayakan Bastille Day, di Nice, beberapa hari lalu.

Fatima melawan dengan mengkritik balik Mackenzie yang dia sebut berambisi untuk memaksa siapa saja yang terlihat berbeda dari layar publik.

Fatima sudah empat tahun jadi jurnalis di program berita televisi yang berbasis di London itu. Pada Jumat malam lalu, dia menyiarkan berita pembantaian dalam perayayaan Bastille Day yang menuai komentar sinis dari MacKenzie.

Fatima membalas cibiran itu dengan menulis di Liverpool Echo. ”Ini berbahaya untuk menganggap MacKenzie dan mereka yang menggemakan sentimen Islamophobia sebagai penjahat pantomim belaka. Kotak sabun mereka memungkinkan mereka untuk menyebarkan makian yang kurang informasi, tidak bertanggung jawab dan jahat kepada jutaan pembaca,” tulis Fatima.

”Retorika rasis dan Islamofobia memiliki konsekuensi nyata, nyawa dan kehancuran di negeri kita sendiri,” lanjut jurnalis perempuan ini, seperti dikutip Daily Mail, semalam (19/7/2016).

Fatima mengaku tidak mengharapkan permintaan maaf dari Mackenzie. Namun, dia jujur merasa sedih setelah serangan di Nice. Dia lantas memperingatkan bahwa kolom MacKenzie akan menghalangi beberapa orang yang mengejar karir di jurnalistik.
(mas)
Berita Terkait
Prancis Kembalikan Dubes...
Prancis Kembalikan Dubes ke Washington Pekan Depan Setelah Macron-Biden Bicara
Setelah Prancis, Liga...
Setelah Prancis, Liga Inggris juga Diminta Segera Dihentikan
Inggris Unggul 1-0 Atas...
Inggris Unggul 1-0 Atas Austria, Prancis Cukur Wales 3-0
Bersitegang dengan Prancis,...
Bersitegang dengan Prancis, London Kirim Kapal Patroli ke Selat Inggris
Iran Setujui Pengayaan...
Iran Setujui Pengayaan Uranium Dekati Level Senjata Nuklir, Eropa Kecewa
Bermodal Ikatan Cinta,...
Bermodal Ikatan Cinta, PM Inggris Coba Perbaiki Hubungan dengan Prancis
Berita Terkini
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
16 menit yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
47 menit yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
7 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
8 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
10 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
11 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved