Hari Ini Referendum Bersejarah Inggris, Tetap di UE atau Brexit

Kamis, 23 Juni 2016 - 08:25 WIB
Hari Ini Referendum...
Hari Ini Referendum Bersejarah Inggris, Tetap di UE atau Brexit
A A A
LONDON - Hari ini (23/6/2016), Inggris menggelar referendum bersejarah untuk memutuskan tetap bertahan di Uni Eropa (UE) atau hengkang dari Uni Eropa alias Brexit.

Jajak pendapat terus bermunculan beberapa jam sebelum pemungutan suara referendum dimulai. Rata-rata hasil jajak pendapat sejumlah lembaga survei menyatakan suara pro-Inggris bertahan di UE unggul tipis dari suara pro-Brexit.

Para analis mengatakan, apa pun hasil dari referendum akan membuat Inggris mencetak sejarah di Eropa.

Hasil jajak pendapat akhir ComRes untuk Daily Mail dan ITV News menunjukkan suara pro-Inggris bertahan di Uni Eropa meraih 48 persen atau unggul enam poin dari suara pro-Brexit yakni 42 persen.

Hanya saja, jajak pendapat melalui telepon oleh ComRes ini menyisakan 11 persen responden atau pemilih yang mengaku masih bingung dan belum memutuskan. Jajak pendapat ini dilakukan terhadap 1.032 orang sebagai sampel.

Survei akhir YouGov untuk The Times, dengan 3.766 responden menyatakan hasilnya sama kuat, yakni sama-sama 45 persen, sisanya belum memutuskan.

Polling kami saat ini menunjukkan persaingan terlalu dekat, tetapi tren terbaru telah condong remain (tetap di Uni Eropa), seperti referendum lain di masa lalu yang telah menunjukkan gerakan akhir terhadap status quo,” kata pihak YouGov melalui seorang juru bicara, seperti dikutip Mirror.

Inggris pro-Brexit dikampanyekan oleh para politikus vokal seperti Boris Johnson. Menurut bekas Wali Kota London ini, hengkangnya Inggris dari UE akan menjadi “hari kemerdekaan” bagi Inggris.

Sedangkan kubu pro-Inggris bertahan di UE dikampanyekan para politikus dari partai berkuasa, termasuk Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Sebelumnya, Ratu Kerajaan Inggris, Elizabeth II, meminta tiga alasan mengapa Inggris harus bertahan di UE. Komentar sang ratu ini terkesan sebagai sikap bahwa dia pro-Brexit. Namun, pihak Istana Buckingham menegaskan, komentar Ratu Elizabeth II adalah pertanyaan bukan pernyataan.
(mas)
Berita Terkait
Langgar Kesepakatan...
Langgar Kesepakatan Brexit, UE Seret Inggris ke Jalur Hukum
Inggris: Covid-19, Resesi,...
Inggris: Covid-19, Resesi, dan Brexit
Inggris Pisah dari UE,...
Inggris Pisah dari UE, Antara Optimisme dan Pesimisme
PM Inggris Bantah Berupaya...
PM Inggris Bantah Berupaya Batalkan Kesepakatan Brexit
Inggris setelah Brexit,...
Inggris setelah Brexit, Jadi Negara Adikuasa atau Makin Mundur?
3 Alasan Rakyat Inggris...
3 Alasan Rakyat Inggris Menyesal dengan Brexit
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
1 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
5 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
6 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
6 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
7 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved