Jelang Kunjungan Pejabat China, Hong Kong Perketat Pengamanan
Selasa, 17 Mei 2016 - 16:07 WIB
Jelang Kunjungan Pejabat China, Hong Kong Perketat Pengamanan
A
A
A
HONG KONG - Pihak otoritas Hong Kong melakukan operasi keamanan besar-besaran jelang kunjungan resmi pejabat Beijing. Hong Kong memperketat pengamanan untuk menangkal aksi demonstrasi yang menyuarakan ketidakpuasan kepada pemerintah China.
Ketua Parlemen China, Zhang Dejiang, direncanakan akan mengunjungi Hong Kong. Ia adalah pejabat Partai Komunis China paling tinggi yang pernah datang ke Hong Kong sejak mantan Presiden China, Hu Jintao, melakukan kunjungan pada 2012.
Zhang akan melakukan kunjungan selama tiga hari di Hong Kong. Ia akan tiba di Hong Kong pada Selasa (17/5/2016) dan akan memberikan pidato singkat saat kedatangannya di bandara sebelum ke tempat penginapan, seperti dikutip dari ABC News.
Sekitar 6.000 petugas polisi bertugas untuk siap siaga selama kunjungan Zhang, seperti dilaporkan media setempat. Petugas kepolisian bahkan dikirim ke puncak Lion Rock, salah satu puncak tertinggi di Hong Kong. Namun mereka gagal mencegah aktvis membentangkan bendera pro demokrasi di puncak yang lebih rendah.
Otoritas Hong Kong telah melihat meningkatnya ketidakpuasan terhadap Beijing. Pada akhir 2014 terjadi protes pro demokrasi di jalan-jalan Hong Kong. Lalu pada bulan Februari terjadi kerusuhan yang melibatkan kelompok pro kemerdekaan yang menyebabkan 90 orang luka-luka.
Hong Kong kembali ke pangkuan China setelah diserahkan Inggris pada tahun 1997. Sejak saat itu, China berkomitmen untuk menerapkan kebijakan "Satu Negara, Dua Sistem" di kota-pulau itu. Artinya, kendati Hong Kong sudah menjadi bagian kedaulatan Republik Rakyat China, namun sistem ekonomi kapitalis warisan Inggris masih tetap diberlakukan.
Ketua Parlemen China, Zhang Dejiang, direncanakan akan mengunjungi Hong Kong. Ia adalah pejabat Partai Komunis China paling tinggi yang pernah datang ke Hong Kong sejak mantan Presiden China, Hu Jintao, melakukan kunjungan pada 2012.
Zhang akan melakukan kunjungan selama tiga hari di Hong Kong. Ia akan tiba di Hong Kong pada Selasa (17/5/2016) dan akan memberikan pidato singkat saat kedatangannya di bandara sebelum ke tempat penginapan, seperti dikutip dari ABC News.
Sekitar 6.000 petugas polisi bertugas untuk siap siaga selama kunjungan Zhang, seperti dilaporkan media setempat. Petugas kepolisian bahkan dikirim ke puncak Lion Rock, salah satu puncak tertinggi di Hong Kong. Namun mereka gagal mencegah aktvis membentangkan bendera pro demokrasi di puncak yang lebih rendah.
Otoritas Hong Kong telah melihat meningkatnya ketidakpuasan terhadap Beijing. Pada akhir 2014 terjadi protes pro demokrasi di jalan-jalan Hong Kong. Lalu pada bulan Februari terjadi kerusuhan yang melibatkan kelompok pro kemerdekaan yang menyebabkan 90 orang luka-luka.
Hong Kong kembali ke pangkuan China setelah diserahkan Inggris pada tahun 1997. Sejak saat itu, China berkomitmen untuk menerapkan kebijakan "Satu Negara, Dua Sistem" di kota-pulau itu. Artinya, kendati Hong Kong sudah menjadi bagian kedaulatan Republik Rakyat China, namun sistem ekonomi kapitalis warisan Inggris masih tetap diberlakukan.
(ian)