Jual Senjata ke Saudi, AS Bisa Diseret ke Pengadilan Internasional

Rabu, 16 Maret 2016 - 22:12 WIB
Jual Senjata ke Saudi,...
Jual Senjata ke Saudi, AS Bisa Diseret ke Pengadilan Internasional
A A A
NEW YORK - Organisasi hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW), mengatakan Amerika Serikat (AS) harus menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi. Jika tidak, AS bisa dituding bertanggung jawab atas kejahatan perang yang dilakukan di Yaman.

Dalam sebuah surat kepada media The New York Times, Direktur Hukum dan Kebijakan HRW, James Ross mempertanyakan kebijakan pemerintah Presiden AS Barack Obama terhadap koalisi Arab Saudi di Yaman.

"Dukungan Amerika untuk koalisi yang didukung Arab Saudi membuat AS menjadi pihak yang berada dalam konflik di Yaman di bawah hukum internasional. Ini mewajibkan Washington wajib menyelidiki serangan udara koalisi yang memungkinkan terjadinya kejahatan perang, dimana pasukan AS mungkin akan bertanggung jawab," tulis Ross seperti dikutip dari Sputniknews, Rabu (16/3/2016).

"Mengingat terus berulangnya serangan yang melanggar hukum oleh koalisi Saudi di Yaman selama setahun terakhir, yang HRW dan pihak lain telah mendokumentasikannya, AS harus berhenti menjual senjata ke Arab Saudi atau keterlibatannya dalam risiko kematian warga sipil," tambahnya.

Sikap negara-negara Barat terhadap konflik di Yaman telah menjadi kontrovesi. Sementara pada bulan lalu Uni Eropa mengutuk serangan itu dan mengeluarkan mosi tidak mengikat soal embargo senjata terhadap Saudi, Inggris justru telah memasok senjata bagi negeri petro dollar itu.
(ian)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Presiden Yaman Hadi...
Presiden Yaman Hadi Diterbangkan ke AS untuk Perawatan Medis
Houthi Klaim Tembak...
Houthi Klaim Tembak Jatuh Drone AS Dekat Perbatasan Saudi
Tak Peduli Keputusan...
Tak Peduli Keputusan AS, Saudi: Kami Tetap Anggap Houthi sebagai Teroris
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
AS Tegaskan akan Bantu...
AS Tegaskan akan Bantu Saudi Lindungi Diri dari Serangan Luar
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
41 menit yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
1 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
2 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
3 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
4 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved