Amerika Ingin Tempatkan Pesawat Bomber B-1 di Australia

Selasa, 08 Maret 2016 - 17:36 WIB
Amerika Ingin Tempatkan...
Amerika Ingin Tempatkan Pesawat Bomber B-1 di Australia
A A A
CANBERRA - Militer Amerika Serikat (AS) berencana menempatkan pesawat bomber B-1 dan pesawat pengintai canggih di Northern Territory (AS), Australia.

Langkah AS itu menyusul kekhawatiran ekspansi militer China di kawasan Asia Pasifik.

Komandan Angkatan Udara Pasifik AS, Jenderal Lori Robinson, telah mengungkapkan diskusi tingkat tinggi yang dilakukan dengan Pemerintah Australia untuk rencana penempatan pesawat B-1 dan tanker sementara di Northern Territory.


Kami sedang dalam proses berbicara tentang kekuatan rotasi, (pesawat) bomber dan kapal tanker dari Australia (Tindal dan Darwin) dan memberikan kami kesempatan untuk berlatih dengan Australia,” katanya kepada wartawan di Canberra, Selasa (8/3/2016), seperti dikutip ABC.


Ini memberi kami kesempatan untuk memperkuat hubungan kami dengan Angkatan Udara Australia (RAAF) dan memberikan kesempatan untuk melatih pilot guna memahami medan dan betapa pentingnya untuk memperkuat hubungan kita dengan sekutu besar kami, RAAF,” lanjut jenderal AS itu.

Dia mengakui ada risiko “salah perhitungan sebagai dampak dari militer China yang dengan pesat melakukan pembangunan di kawasan Laut China Selatan. Meski demikian, Jenderal Robinson menegaskan bahwa AS akan terus terbang di atas (Laut China Selatan) dan berlayar melalui Selat Malaka yang disengketakan.



Dia secara resmi menyerukan kepada publik di Australia untuk melakukan Operasi Kebebasan Bernavigasi di Laut China Selatan.


Kami akan mendorong siapa pun di wilayah tersebut dan di seluruh dunia untuk terbang dan berlayar di wilayah udara internasional sesuai dengan aturan dan norma-norma internasional," katanya.


Kami akan mendorong semua negara di kawasan itu untuk melakukan hal itu, seperti Amerika Serikat telah melakukannya,” imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Dukung AS, Australia...
Dukung AS, Australia Tolak Klaim China atas Laut China Selatan
China: Ikut Campur Laut...
China: Ikut Campur Laut China Selatan, Australia bak Naik Kapal Bocor AS
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
59 menit yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
2 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
3 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
4 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
5 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved