Osama bin Laden Tinggalkan Warisan Rp387 Miliar untuk Jihad
Rabu, 02 Maret 2016 - 08:25 WIB
Osama bin Laden Tinggalkan Warisan Rp387 Miliar untuk Jihad
A
A
A
WASHINGTON - Dalam sebuah wasiat tulisan tangan, pendiri Al-Qaeda; Osama bin Laden, mengklaim bahwa dia memiliki kekayaan pribadi USD29 juta atau sekitar Rp387 miliar. Dalam wasiat itu, dia ingin agar uang itu digunakan untuk “jihad” atas nama Tuhan.
Wasiat Osama itu terungkap dalam salah satu dari 100 dokumen yang akan dirilis Amerika Serikat (AS). Dokumen-dokumen itu disita pasukan khusus AS ketika menggerebek Osama di tempat persembunyiannya di Abbotabad, Pakistan.
Sebelum penggerebekan yang mengakhiri hidupnya, Osama sudah merasa ada ancaman kematian yang mendekatinya.
”Jika saya harus dibunuh,” tulis dia dalam surat tahun 2008 kepada ayahnya.”Berdoalah untuk saya banyak dan memberikan amal terus-menerus atas nama saya, karena saya akan berada dalam kebutuhan besar untuk dukungan guna mencapai rumah abadi,” bunyi surat Osama.
Dokumen-dokumen Osama ada di tangan Kantor Direktur Intelijen Nasional. Intelijen Nasional AS kini sibuk membahas berbagai topik, termasuk pecahnya Al-Qaeda yang akhirnya melahirkan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Dalam surat lain yang ditujukan kepada “The Islamic Community in General”, Osama bin Laden menyampaikan rasa optimistis terkait kemajuan dalam apa yang dia sebut sebagai “perang suci” dan dari kegagalan AS di Afghanistan. Surat itu tidak bertanggal tetapi ditulis pada tahun 2010.
”Di sini kita berada di tahun kesepuluh dari perang, dan Amerika serta sekutunya masih mengejar fatamorgana, hilang di laut tanpa pantai,” tulis Osama.
”Mereka berpikir bahwa perang akan mudah dan bahwa mereka akan mencapai tujuan mereka dalam beberapa hari atau beberapa minggu, dan mereka tidak mempersiapkan untuk itu secara finansial, dan tidak ada dukungan populer yang akan memungkinkan untuk melanjutkan perang untuk satu dekade atau lebih,” imbuh Osama.
”Amerika tampaknya tergantung oleh benang tipis,” sambung surat Osama.”Kita perlu bersabar sedikit lebih lama. Dengan kesabaran, ada kemenangan!,” imbuh surat Osama, seperti dikutip news.com.au, Rabu (2/3/2016).
Wasiat Osama itu terungkap dalam salah satu dari 100 dokumen yang akan dirilis Amerika Serikat (AS). Dokumen-dokumen itu disita pasukan khusus AS ketika menggerebek Osama di tempat persembunyiannya di Abbotabad, Pakistan.
Sebelum penggerebekan yang mengakhiri hidupnya, Osama sudah merasa ada ancaman kematian yang mendekatinya.
”Jika saya harus dibunuh,” tulis dia dalam surat tahun 2008 kepada ayahnya.”Berdoalah untuk saya banyak dan memberikan amal terus-menerus atas nama saya, karena saya akan berada dalam kebutuhan besar untuk dukungan guna mencapai rumah abadi,” bunyi surat Osama.
Dokumen-dokumen Osama ada di tangan Kantor Direktur Intelijen Nasional. Intelijen Nasional AS kini sibuk membahas berbagai topik, termasuk pecahnya Al-Qaeda yang akhirnya melahirkan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Dalam surat lain yang ditujukan kepada “The Islamic Community in General”, Osama bin Laden menyampaikan rasa optimistis terkait kemajuan dalam apa yang dia sebut sebagai “perang suci” dan dari kegagalan AS di Afghanistan. Surat itu tidak bertanggal tetapi ditulis pada tahun 2010.
”Di sini kita berada di tahun kesepuluh dari perang, dan Amerika serta sekutunya masih mengejar fatamorgana, hilang di laut tanpa pantai,” tulis Osama.
”Mereka berpikir bahwa perang akan mudah dan bahwa mereka akan mencapai tujuan mereka dalam beberapa hari atau beberapa minggu, dan mereka tidak mempersiapkan untuk itu secara finansial, dan tidak ada dukungan populer yang akan memungkinkan untuk melanjutkan perang untuk satu dekade atau lebih,” imbuh Osama.
”Amerika tampaknya tergantung oleh benang tipis,” sambung surat Osama.”Kita perlu bersabar sedikit lebih lama. Dengan kesabaran, ada kemenangan!,” imbuh surat Osama, seperti dikutip news.com.au, Rabu (2/3/2016).
(mas)