Rusia Tanggapi Dingin Tudingan Tim Investigator Inggris Soal MH17
Kamis, 25 Februari 2016 - 20:50 WIB
Rusia Tanggapi Dingin Tudingan Tim Investigator Inggris Soal MH17
A
A
A
JAKARTA - Rusia memberikan respon atas laporan tim investigator asal Inggris, Bellingcat soal penembakan pesawat Malaysia Airlines di atas langit Ukraina, tahun lalu. Bellingcat menyebut tentara Rusia terlibat dalam insiden itu.
Menanggapi hal itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhael Y Galuzin mengatakan, pihaknya sudah tidak heran dengan tuduhan semacam itu. Menurut Galuzin, Rusia sudah terlalu sering mendapat tudingan semacam ini.
"Ini bukan pertama kalinya rusia mendapatkan spekulasi soal hal itu dan kami sudah beberapa kali menanggapi spekulasi itu. Spekulasi itu muncul pada hari pesawat terbang ke Amsterdam," kata Galuzin pada Kamis (25/2).
Diplomat senior Rusia itu mengatakan, tidak pernah ada bukti kongkret yang menunjukan bahwa Rusia terlibat dalam insiden tersebut.
"Keterlibatan Rusia dalam hal ini dibuktikan dengan bukti yang tidak memiliki dasar. Pada hari tersebut, pihak keamanan kami menemukan suatu komponen roket yang bisa menembak pesawat. Kami telah membuktikan bahwa benda tersebut dibuat dua bulan sebelum kejadian, ketika teritorial di sana dikontrol oleh tentara Ukraina. Jadi, publikasi tersebut hanyalah spekulasi," sambungnya.
"Penelitian yang dilakukan tidak obyektif. Misalnya, rusia tidak diberikan akses pada penelitian tersebut. Data rusia tidak dilihat, kami telah buktikan senjata itu tidak digunakan oleh kami sejak lama, namun tentara ukraina masih menggunakannya," imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhael Y Galuzin mengatakan, pihaknya sudah tidak heran dengan tuduhan semacam itu. Menurut Galuzin, Rusia sudah terlalu sering mendapat tudingan semacam ini.
"Ini bukan pertama kalinya rusia mendapatkan spekulasi soal hal itu dan kami sudah beberapa kali menanggapi spekulasi itu. Spekulasi itu muncul pada hari pesawat terbang ke Amsterdam," kata Galuzin pada Kamis (25/2).
Diplomat senior Rusia itu mengatakan, tidak pernah ada bukti kongkret yang menunjukan bahwa Rusia terlibat dalam insiden tersebut.
"Keterlibatan Rusia dalam hal ini dibuktikan dengan bukti yang tidak memiliki dasar. Pada hari tersebut, pihak keamanan kami menemukan suatu komponen roket yang bisa menembak pesawat. Kami telah membuktikan bahwa benda tersebut dibuat dua bulan sebelum kejadian, ketika teritorial di sana dikontrol oleh tentara Ukraina. Jadi, publikasi tersebut hanyalah spekulasi," sambungnya.
"Penelitian yang dilakukan tidak obyektif. Misalnya, rusia tidak diberikan akses pada penelitian tersebut. Data rusia tidak dilihat, kami telah buktikan senjata itu tidak digunakan oleh kami sejak lama, namun tentara ukraina masih menggunakannya," imbuhnya.
(esn)