Pendukung ISIS di Indonesia Diburu, Jemaah Islamiyah Bangkit

Senin, 15 Februari 2016 - 09:20 WIB
Pendukung ISIS di Indonesia...
Pendukung ISIS di Indonesia Diburu, Jemaah Islamiyah Bangkit
A A A
JAKARTA - Di saat aparat kontra-terorisme Indonesia memburu para pendukung ISIS, kelompok Jemaah Islamiyah (JI) diklaim telah bangkit.

Kepolisian Indonesia menyatakan, serangan bom dan penembakan di kawasan Sarinah, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, dilakukan oleh para pendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Beberapa orang tewas dalam serangan itu, termasuk para pelaku.

Jariangan kelompok JI pernah diperangi aparat anti-teror Indonesia setelah serangkaian serangan terhadap kepentingan Barat di Indonesia pada tahun 2000-an.

Tapi wawancara Reuters dengan dua anggota aktif dan seorang mantan anggota JI mengungkapkan bahwa kelompok itu bangkit kembali. Mereka merekrut pendukung baru, menggalang dana dan mengirim orang untuk dilatih di Suriah, negara yang dilanda perang.


JI saat ini sedang dalam tingkat persiapan. Mereka tidak melakukan operasi apapun, tetapi mereka merekrut orang, memperkuat pengetahuan mereka, pendidikan, jaringan dan keuangan, kata Nasir Abas, mantan anggota JI. Saya tidak akan meremehkan mereka,” katanya lagi, yang dilansir Senin (15/2/2016).


Analis keamanan yang berbasis di Jakarta, Sidney Jones, percaya keanggotaan JI telah pulih. Kelompok ini dianggap bertanggung jawab atas serangan bom di Bali yang menewaskan lebih dari 200 orang di masa lalu.

Para ahli menyatakann, tidak ada bukti bahwa munculnya kelompok ultra-kekerasan ISIS di Timur Tengah telah mendorong kebangkitan JI di Indonesia. JI sendiri dalam riwayatnya, merupakan jaringan yang terkait dengan Al-Qaeda, yang saat ini menjadi saingan ISIS di Timur Tengah.

Nasir Abas mengatakan, beberapa orang seangkatannya termasuk orang tua yang dilatih di Afghanistan pada 1980-an, telah kembali dengan pengalaman tempur dan keterampilan pembuatan bom.


Abu Rusydan, yang diyakini anggota aktif JI, mengatakan kepada Reuters, bahwa strategi JI adalah memenangkan dukungan publik untuk sebuah ideologi dan ambisi.


Kita harus damai sampai titik tertentu, jika tidak, bagaimana kita akan memenangkan dukungan publik?" kata Abu Rusydan. ”Jika Pemerintah Indonesia dapat memahami pesan kami melalui kata-kata maka kita tidak perlu melakukan (serangan seperti) bom Bali,” lanjut dia.


Ketika ditanya mengapa JI mengirim orang ke Suriah, Abu Rusydan mengatakan hal itu untuk memberikan layanan kemanusiaan.
(mas)
Berita Terkait
Taliban dan Terorisme...
Taliban dan Terorisme di Indonesia
3 Negara Tetangga Indonesia...
3 Negara Tetangga Indonesia Penghasil Militan ISIS Terbanyak
Hacker Bobol Data AS,...
Hacker Bobol Data AS, Ada 89 File Indonesia Kebanyakan soal ISIS
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
AS Sebut Resolusi Indonesia...
AS Sebut Resolusi Indonesia Tentang Terorisme Buruk
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
25 menit yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
1 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
5 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
6 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
7 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved