AS Sebut Resolusi Indonesia Tentang Terorisme Buruk

Selasa, 01 September 2020 - 16:21 WIB
loading...
AS Sebut Resolusi Indonesia...
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kelly Craft. Foto/Times of Israel
A A A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang ditujukan untuk menuntut, merehabilitasi dan mengintegrasikan kembali mereka yang terlibat dalam kegiatan terkait terorisme . AS mengatakan resolusi itu melewatkan bagian penting tentang pemulangan pejuang asing kelompok ekstremis Negara Islam atau ISIS dan keluarga mereka.

"Resolusi Indonesia di hadapan kita, yang seharusnya dirancang untuk memperkuat tindakan internasional terhadap kontraterorisme, ternyata lebih buruk daripada tidak ada resolusi sama sekali," kata Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kelly Craft seperti dikutip dari Deutsche Welle, Selasa (1/9/2020).

Resolusi tersebut disponsori oleh Indonesia, yang memimpin Dewan Keamanan untuk bulan Agustus. Pemungutan suara terakhir melihat 14 anggota mendukung resolusi tersebut, sementara AS mendaftarkan hak vetonya.(Baca: Presiden DK PBB Indonesia Hentikan Langkah Sanksi AS pada Iran )

"(Resolusi) bahkan gagal memasukkan referensi ke langkah pertama yang penting - repatriasi ke negara asal atau kebangsaan," kata Craft.

AS telah menyerukan para pejuang asing untuk diadili dan direhabilitasi di negara asalnya. Namun, negara-negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, belum berbagi antusiasme AS atas kekhawatiran tentang reaksi publik atau serangan baru di tanah mereka. Mereka juga menyebutkan kesulitan dalam mengumpulkan bukti kejahatan yang terjadi di Irak dan Suriah.

Dalam kasus anggota keluarga pejuang ISIS, rancangan resolusi menyerukan kembalinya anak-anak ke negara asalnya, sebagaimana mestinya dan berdasarkan kasus per kasus.

Dengan lepasnya kendali ISIS atas atas sebagian besar tanah di Suriah, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang sebagian besar Kurdi telah menahan ribuan pejuang asing di bagian timur laut negara itu. Kamp-kamp besar juga menampung ribuan wanita dan anak-anak, kebanyakan adalah anggota keluarga tersangka pejuang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved