Serangan Udara AS di Afghanistan Hancurkan Stasiun Radio ISIS

Selasa, 02 Februari 2016 - 21:54 WIB
Serangan Udara AS di...
Serangan Udara AS di Afghanistan Hancurkan Stasiun Radio ISIS
A A A
KABUL - Serangan udara Amerika Serikat (AS) di wilayah terpencil di Afghanistan telah menghancurkan sebuah stasiun radio yang dioperasikan oleh kelompok Negara Islam Irak Suriah alias ISIS.

Pejabat militer AS yang berbicara dengan kondisi anonim mengatakan, bahwa Voice of Khilafah, radio yang dioperasikan oleh ISIS di dekat perbatasan dengan Pakistan telah hancur dalam sebuah serangan udara AS, dikutip dari laman ABC News, Selasa (2/2/2016).

Namun, dalam pernyataan resminya, juru bicara misi AS-NATO di Afghanistan Kolonel Mike Lawhorn tidak menyinggung hal tersebut. "Pasukan AS melakukan dua serangan udara kontra terorisme di distrik Achina di Provinsi Nangarhar," kata Lahorn tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara juru bicara gubernur Nangarhar, Attaullah Khogyani mengatakan, serangan itu telah membunuh 21 anggota kelompok ISIS, termasuk lima orang yang bekerja untuk stasiun radio.

ISIS telah menunjukkan keberadaannya di Afghanistan pada tahun lalu dengan membangun basis militer di distrik dekat perbatasan Afghanistan-Pakistan. Mereka lantas membangun radio ilegal untuk menyebarkan pesan kelompok tersebut, mengeluarkan ancaman kepada wartawan di ibukota provinsi Jalalabad dan mencoba untuk merekrut orang-orang muda untuk penyebabnya.

Radio adalah media yang kuat di Afghanistan, di mana kebanyakan orang tidak memiliki televisi, dan hanya 10 persen dari populasi memiliki akses ke internet. Sebaliknya, hampir semua orang memiliki akses ke radio, dengan sekitar 175 stasiun yang beroperasi di seluruh negeri.
(ian)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Hengkang dari Afghanistan,...
Hengkang dari Afghanistan, Biden kepada ISIS-K: Kami Belum Selesai dengan Anda
Pasukan Afghanistan...
Pasukan Afghanistan Gagalkan Rencana ISIS Habisi Kuasa Usaha AS
Taliban Tolak Kerja...
Taliban Tolak Kerja Sama dengan AS untuk Perangi ISIS
Buru Bos ISIS-K, AS...
Buru Bos ISIS-K, AS Tawarkan Hadiah Rp143,9 Miliar
AS: ISIS Dalang Pembantaian...
AS: ISIS Dalang Pembantaian RS Bersalin Kabul Termasuk 2 Bayi
Berita Terkini
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
27 menit yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
1 jam yang lalu
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
2 jam yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
3 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
4 jam yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
12 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved