PBB: Pengaruh Narkoba, Algojo ISIS Berani Penggal Sandera

Jum'at, 29 Januari 2016 - 16:02 WIB
PBB: Pengaruh Narkoba,...
PBB: Pengaruh Narkoba, Algojo ISIS Berani Penggal Sandera
A A A
BAGHDAD - Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) menungkap bahwa para algojo ISIS berani memenggal sandera karena pengaruh narkoba yang dikonsumsi sebelum melakukan eksekusi.

Pengaruh narkoba juga disebut membuat para anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berani melakukan pengeboman bunuh diri.

Dalam laporannya, UNODC menyatakan bahwaamfetamindalam jumlah besar telahmembanjiri Suriah untuk memuaskan”hasratmilitan”. Narkoba telah dimanfaatkan sebagai stimulan agar para militan kelompok radikal di Suriah menjadi berani.

Media Inggris,TheSun,juga melaporkan bahwaamfetaminyang menjadi stimulanfavoritpara“jihadisadalah Captagon. Obat terlarang itu dibuatpada tahun 1960. Namun, peredaran Captagon mulai dikendalikan pada tahun 1980 dan relatif tidak dikenal di Eropa.

Masood Karimipour, Kepala Operasi UNODC di Timur Tengah,mencatat peredaran Captagon di Suriah yang meningkat tajam. ”Kami telah mengamati peningkatantajampengiriman Captagon dari berbagai perbatasandi negaraSuriah,” katanya, seperti dikutipDaily Mirror, semalam.

Peredaran Captagon bukan hal baru di Timur Tengah. Pada Oktober 2015 lalu, pangeran Kerajaan Arab Saudi, Abdel Mohsen Bin Walid bin Abdulaziz, bersama empat warga Saudi lainnya ditangkap di Bandara Rafik Hariri Beirut, Libanon, karena menyelundupkan dua ton pil Captagon. Narkoba sebanyak itu diselundupkan dengan pesawat pribadi sang pangeran.

Otoritas keamanan Libanon kala itu menyatakan, upaya penyelundupan narkoba sebanyak dua ton itu merupakan yang terbesar dalam sejarah. Pangeran Abdel Mohsen dan empat orang lainnya hingga kini masih ditahan di Libanon dan belum ada kejelasan putusan pengadilan terkait penyelundupan narkoba itu.
(mas)
Berita Terkait
PBB Sebut Ancaman ISIS...
PBB Sebut Ancaman ISIS di Sejumlah Wilayah Tetap Tinggi
57 Negara Didesak Pulangkan...
57 Negara Didesak Pulangkan 10.000 Wanita dan Anak ISIS di Kamp Suriah
Anggota ISIS Tuntut...
Anggota ISIS Tuntut Swedia atas Dugaan Pelanggaran HAM
AS Sebut Resolusi Indonesia...
AS Sebut Resolusi Indonesia Tentang Terorisme Buruk
PBB: ISIS Muncul di...
PBB: ISIS Muncul di Semua Provinsi Afghanistan, Serangan ke Taliban dan Warga Meningkat
Sekjen PBB Kecam Serangan...
Sekjen PBB Kecam Serangan KKB di Burkina Faso
Berita Terkini
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
46 menit yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
1 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
2 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
3 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
4 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Diskon Bayar PBB-P2 Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved