PBB Pastikan Negosiasi Damai Suriah Diundur
Kamis, 21 Januari 2016 - 16:30 WIB
PBB Pastikan Negosiasi Damai Suriah Diundur
A
A
A
ZURICH - Negosiasi damai Suriah yang rencananya akan digelar pada awal pekan depan dipastikan akan mundur dari jadwal awal. Hal itu diungkapkan oleh utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Mistura mengatakan, pihaknya meyakini bahwa negosiasi tersebut akan segera bergulir. Tapi, hal itu tidak akan berlangsung pada tanggal 25 Januari, atau seperti yang dijadwalkan sebelumnya.
"Saya percaya kami bisa memulai pembicaraan, mungkin tidak pada 25 Januari. Tetapi kita perlu untuk mempertahankan tekanan dan momentum," kata Mistura dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Syriahr pada Kamis (21/1).
Di kesempatan yang sama, dirinya juga mengatakan bahwa Rusia, yang merupakan sekutu pemerintah Suriah yang telah membom posisi pemberontak selama berbulan-bulan, memiliki minat yang kuat untuk tidak terlibat terlalu lama dalam konflik di Suriah.
Terkait konflik Arab Saudi dan Iran, yang dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya negosiasi tersebut, Mistura yakin kedua negara adalah negara yang dewasa, yang dapat membedakan mana masalah bilateral dan mana yang bukan.
"Iran dan Arab Saudi mungkin akan menyadari bahwa waktunya telah datang untuk mencoba untuk menemukan solusi politik (di Suriah) yang akan menjadi kompromi diantaranya keduanya," pungkasnya.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Mistura mengatakan, pihaknya meyakini bahwa negosiasi tersebut akan segera bergulir. Tapi, hal itu tidak akan berlangsung pada tanggal 25 Januari, atau seperti yang dijadwalkan sebelumnya.
"Saya percaya kami bisa memulai pembicaraan, mungkin tidak pada 25 Januari. Tetapi kita perlu untuk mempertahankan tekanan dan momentum," kata Mistura dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Syriahr pada Kamis (21/1).
Di kesempatan yang sama, dirinya juga mengatakan bahwa Rusia, yang merupakan sekutu pemerintah Suriah yang telah membom posisi pemberontak selama berbulan-bulan, memiliki minat yang kuat untuk tidak terlibat terlalu lama dalam konflik di Suriah.
Terkait konflik Arab Saudi dan Iran, yang dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya negosiasi tersebut, Mistura yakin kedua negara adalah negara yang dewasa, yang dapat membedakan mana masalah bilateral dan mana yang bukan.
"Iran dan Arab Saudi mungkin akan menyadari bahwa waktunya telah datang untuk mencoba untuk menemukan solusi politik (di Suriah) yang akan menjadi kompromi diantaranya keduanya," pungkasnya.
(esn)