Tunda Manuver di Laut China Selatan, Nyali AS Dikritik

Selasa, 05 Januari 2016 - 08:16 WIB
Tunda Manuver di Laut...
Tunda Manuver di Laut China Selatan, Nyali AS Dikritik
A A A
WASHINGTON - Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat Amerika Serikat (AS) John McCain mengkritik nyali pemerintahan Barack Obama yang menunda patroli “kebebasan navigasi” di Laut China Selatan. Penundaan manuver AS itu dianggap memberi kesempatan China untuk mengejar ambisi dalam menguasai kawasan teritorial yang jadi sengketa itu.

China selama ini gencar melakukan reklamasi di Kepulauan Spratly di kawasan Laut China Selatan. Kepulauan itu jadi sengketa antara China dan beberapa negara ASEAN.

McCain mencatat kurangnya patroli AS di Laut China Selatan pada tahun 2015.”Mengecewakan, tidak mengherankan,” katanya. China justru telah mendaratkan pesawat untuk pertama kalinya di kepualauan tersebut.

Pemerintahan Obama belum mampu untuk mengelola kompleksitas antar-keamanan nasional dan pengambilan keputusan atau terlalu berisiko menolak untuk melakukan apa yang diperlukan guna menjaga tatanan aturan yang berbasis di Asia-Pasifik,” lanjut kritikan senator terkemuka AS itu, seperti dikutip Reuters, Selasa (5/1/2015).

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, pada hari Senin, mengatakan bahwa pendaratan pertama pesawat China di sebuah pulau yang disengketakan dapat menimbulkan ketegangan.”Dan mengancam stabilitas regional,” katanya.

Kami kembali meminta semua pengadu (negara-negara bersengketa) untuk menghentikan reklamasi lahan dan pengembangan lebih lanjut dari fasilitas baru dan militerisasi di pos-pos mereka,” kata Kirby.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pesawat Bomber AS dan...
Pesawat Bomber AS dan Kapal Induk China 'Pemanasan' di Laut China Selatan
Berita Terkini
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
20 menit yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
1 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
1 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved