Puluhan Milisi Wanita Kristen Suriah Angkat Senjata Perangi ISIS

Senin, 14 Desember 2015 - 13:54 WIB
Puluhan Milisi Wanita...
Puluhan Milisi Wanita Kristen Suriah Angkat Senjata Perangi ISIS
A A A
HASAKEH - Puluhan milisi wanita Kristen Suriah ramai-ramai angkat senjata untuk berperang melawan Daesh atau ISIS. Puluhan milisi wanita asal Hasakeh, Suriah timur itu membentuk brigade bernama “Female Protection Forces of the Land Between the Two Rivers”.

Brigade itu memiliki 50 anggota yang siap perang melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). “Land Between Two Rivers adalah sebutan untuk daerah yang terletak antara Sungai Tigris dan Efrat, di mana di wilayah itu dihuni warga Kristen. Salah satu komunitas penghuni wilayah itu adalah warga Syriacs, sebuah sekte kuno Kristen yang anggotanya berdoa menggunakan bahasa Aram.

Milisi yang dilatih di Kota Al-Qahtaniyeh, pertama kali terlibat pertempuran dengan ISIS ketika bergabung dengan pasukan koalisi lokal yang terdiri dari pasukan Kurdi, Arab dan milisi Kristen. Mereka bersatu dalam kelompok Pasukan Demokratik Suriah yang baru-baru ini merebut kembali wilayah Al-Hol.


Mereka bukan satu-satunya kekuatan penentang ISIS yang semua anggotanya perempuan. Sebelumnya ada para perempuan yang bergabung dalam Unit Perlindungan Rakyat Kurdi atau YPG yang mengangkat senjata untuk melawan ISIS. Kelompok YPG bangkit salah satunya termovitasi keyakinan yang dianut ISIS bahwa membunuh seorang gadis Kurdi tidak akan membuat militan kelompok itu masuk surga.

Salah satu milisi wanita Kristen kepada AFP mengatakan bahwa suaminya mendukungnya untuk meninggalkan dua anaknya guna bergabung dalam brigade pemerang ISIS. Salah satu milisi wanita Kristen bernama Babilonia, 36, mengatakan; "Saya seorang Kristen berlatih dan berpikir tentang anak-anak saya, itu membuat saya lebih kuat dan lebih bertekad dalam perjuangan saya melawan Daesh.”

Lucia, 18, seorang gadis remaja, yang meninggalkan studinya dan bergabung dengan brigade itu berencana menjadi penembak jitu untuk melawan ISIS. ”Saya mengambil bagian dalam pertempuran untuk pertama kalinya di daerah Al-Hol, tapi tim saya tidak diserang oleh ISIS,” katanya, seperti dikutip dari IB Times, Senin (14/12/2015).


“Saya bertarung dengan (senapan) Kalashnikov, tapi saya belum siap untuk menjadi sniper elite,” katanya lagi.
(mas)
Berita Terkait
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Pemberontak Gelar Serangan...
Pemberontak Gelar Serangan Kejutan Skala Besar di Suriah
ISIS Dituding Curi Ribuan...
ISIS Dituding Curi Ribuan Domba di Suriah untuk Membiayai Sel-sel Teror
Reaksi terhadap Transisi...
Reaksi terhadap Transisi Suriah dan Kekhawatiran Kembalinya ISIS
ISIS Sergap Konvoi Pasukan...
ISIS Sergap Konvoi Pasukan Rezim Suriah, 26 Orang Tewas
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
15 menit yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
1 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
2 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
6 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
7 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
8 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved