Pejabat AS: Minyak Selundupan ISIS ke Turki Tak Signifikan
Sabtu, 05 Desember 2015 - 16:14 WIB
Pejabat AS: Minyak Selundupan ISIS ke Turki Tak Signifikan
A
A
A
WASHINGTON - Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) di bidang energi internasional mengatakan bahwa, jumlah minyak yang diselundupkan ISIS ke Turki tidak signifikan secara nilai ekonomi. Pernyataan itu untuk mematahkan tuduhan Rusia bahwa Turki mengambil keuntungan besar dari minyak curian ISIS.
Rusia dan Turki telah dalam beberapa hari terakhir berseteru perihal tuduhan keterlibatan Ankara dalam binis minyak ilegal dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Tuduhan dari Moskow itu muncul setelah Turki menembak jatuh pesawat jet pembom Su-24 Rusia di perbatasan Suriah-Turki.
”Jumlah minyak yang diselundupkan sangat rendah dan mengalami penurunan dari waktu ke waktu dan tidak penting dari perspektif volume, baik volume minyak maupun volume pendapatan,” kata Amos Hochstein, utusan khusus AS dan koordinator untuk urusan energi internasional, seperti dikutip Al Arabiya, Sabtu (5/12/2015).
Departemen Luar Negeri AS juga telah menolak tuduhan Moskow yang terang-terangan menuduh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya terlibat dalam perdagangan minyak curian ISIS.
Departemen itu berdalih tidak ada bukti yang mendukung, meskipun Rusia sudah membeberkan buktinya dalam bentuk peta dan foto citra satelit yang menunjukkan lalu lintas minyak curian ISIS yang menuju wilayah Turki.
”Saya tidak percaya bahwa ada penyelundupan (minyak) yang signifikan, antara daerah yang dikendalikan ISIS dan Turki dalam volume secara signifikansi,” kata Hochstein.
Rusia dan Turki telah dalam beberapa hari terakhir berseteru perihal tuduhan keterlibatan Ankara dalam binis minyak ilegal dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Tuduhan dari Moskow itu muncul setelah Turki menembak jatuh pesawat jet pembom Su-24 Rusia di perbatasan Suriah-Turki.
”Jumlah minyak yang diselundupkan sangat rendah dan mengalami penurunan dari waktu ke waktu dan tidak penting dari perspektif volume, baik volume minyak maupun volume pendapatan,” kata Amos Hochstein, utusan khusus AS dan koordinator untuk urusan energi internasional, seperti dikutip Al Arabiya, Sabtu (5/12/2015).
Departemen Luar Negeri AS juga telah menolak tuduhan Moskow yang terang-terangan menuduh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya terlibat dalam perdagangan minyak curian ISIS.
Departemen itu berdalih tidak ada bukti yang mendukung, meskipun Rusia sudah membeberkan buktinya dalam bentuk peta dan foto citra satelit yang menunjukkan lalu lintas minyak curian ISIS yang menuju wilayah Turki.
”Saya tidak percaya bahwa ada penyelundupan (minyak) yang signifikan, antara daerah yang dikendalikan ISIS dan Turki dalam volume secara signifikansi,” kata Hochstein.
(mas)