Rusia Punya Bukti Perdagangan Minyak Turki dengan ISIS
Rabu, 02 Desember 2015 - 21:06 WIB
Rusia Punya Bukti Perdagangan Minyak Turki dengan ISIS
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengaku telah mengantongi bukti keterlibatan pemimpin Turki dalam perdagangan minyak ilegal dengan ISIS. Rusia menyebut, Presiden Turki Tayyip Erdogan dan keluarganya mendapatkan keuntungan dari penyelundupan minyak ISIS dari Irak dan Suriah ke wilayah Turki.
Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (2/12), dalam briefing di Moskow, Kementerian Pertahanan Rusia memperlihatkan gambar yang berhasil direkam oleh satelit Rusia. Gambar itu merekam truk-truk tanki yang memuat minyak asal instalasi di Irak dan Suriah yang dikendalikan oleh ISIS. Truk-truk itu lalu menyeberangi perbatasan Turki.
“Turki adalah konsumen utama minyak curian dari Irak dan Suriah. Berdasar informasi yang kami miliki, pemimpin negara itu, Presiden Erdogan dan keluarganya, terlibat dalam bisnis kriminal ini,” kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Antonov.
“Tak ada satu pun di dunia Barat yang mempertanyakan fakta kalau putra Presiden Turki mengepalai salah satu perusahaan energi terbesar. Atau, fakta kalau putra Erdogan telah ditunjuk sebagai Menteri Energi. Sebuah perusahaan keluarga yang sangat luar biasa,” lanjutnya.
“Melihat apa yang mereka lakukan. Mereka pergi ke negara orang lain, mereka merampok tanpa penyesalan," kata Antonov. Kementerian itu juga menuduh, jaringan kejahatan yang sama telah memasok senjata, peralatan militer pada kelompok militan.
Tudingan Rusia pada Erdogan dan keluarganya adalah dampak dari insiden penembakan yang dilakukan oleh jet tempur F-16 Turki pada pesawat Su-24 Rusia di wilayah perbatasan Suriah-Turki. Rusia menuduh Turki sengaja melakukan penembakan itu karena merasa terganggu atas serangan udara Rusia yang menghancurkan truk-truk tanki minyak ISIS.
Erdogan sendiri telah membantah keras tuduhan Rusia ini. Sang Presiden bersikukuh dirinya dan keluarganya tak terlibat perdagangan minyak gelap dengan ISIS.
Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (2/12), dalam briefing di Moskow, Kementerian Pertahanan Rusia memperlihatkan gambar yang berhasil direkam oleh satelit Rusia. Gambar itu merekam truk-truk tanki yang memuat minyak asal instalasi di Irak dan Suriah yang dikendalikan oleh ISIS. Truk-truk itu lalu menyeberangi perbatasan Turki.
“Turki adalah konsumen utama minyak curian dari Irak dan Suriah. Berdasar informasi yang kami miliki, pemimpin negara itu, Presiden Erdogan dan keluarganya, terlibat dalam bisnis kriminal ini,” kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Antonov.
“Tak ada satu pun di dunia Barat yang mempertanyakan fakta kalau putra Presiden Turki mengepalai salah satu perusahaan energi terbesar. Atau, fakta kalau putra Erdogan telah ditunjuk sebagai Menteri Energi. Sebuah perusahaan keluarga yang sangat luar biasa,” lanjutnya.
“Melihat apa yang mereka lakukan. Mereka pergi ke negara orang lain, mereka merampok tanpa penyesalan," kata Antonov. Kementerian itu juga menuduh, jaringan kejahatan yang sama telah memasok senjata, peralatan militer pada kelompok militan.
Tudingan Rusia pada Erdogan dan keluarganya adalah dampak dari insiden penembakan yang dilakukan oleh jet tempur F-16 Turki pada pesawat Su-24 Rusia di wilayah perbatasan Suriah-Turki. Rusia menuduh Turki sengaja melakukan penembakan itu karena merasa terganggu atas serangan udara Rusia yang menghancurkan truk-truk tanki minyak ISIS.
Erdogan sendiri telah membantah keras tuduhan Rusia ini. Sang Presiden bersikukuh dirinya dan keluarganya tak terlibat perdagangan minyak gelap dengan ISIS.
(esn)