Putin Tak Sudi Diajak Bertemu Erdogan di Paris

Senin, 30 November 2015 - 11:29 WIB
Putin Tak Sudi Diajak...
Putin Tak Sudi Diajak Bertemu Erdogan di Paris
A A A
PARIS - Kremlin telah menolak usulan Ankara untuk melakukan pertemuan bilateral antara Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di sela-sela KTT perubahan iklim di Paris, Senin (30/11/2015).

Turki telah mengusulkan pertemuan presiden itu untuk meredakan ketegangan setelah pesawat tempur F-16 Turki menembak jatuh pesawat jet pembom Su-24 Rusia di dekat perbatasan Suriah.

Kremlin sejatinya masih mengharapkan permintaan maaf dari Turki, tetapi Erdogan sejauh ini hanya menyampaikan penyesalan semata.

”Kami benar-benar sedih dengan kejadian ini. Kami tidak ingin hal seperti itu terjadi, tapi sayangnya hal itu. Saya berharap hal seperti itu tidak akan terulang,” kata Erdogan menjelang kunjungannya ke Paris, kemarin.

“KTT perubahan iklim internasional di Paris akan memberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Rusia. Konfrontasi tidak akan membawa siapa pun bahagia. Rusia penting untuk Turki, Turki penting bagi Rusia,” lanjut Erdogan.

Rusia yang telah menangguhkan kerjasama militer dengan Turki, telah memutuskan untuk mempertimbangkan kembali hubungan bilateral dengan Turki setelah pesawat jet pembom Su-24 Rusia ditembak jatuh 24 November lalu. Turki berdalih, pesawat jet itu melanggar wilayah udara Turki, tapi Kremlin menyangkalnya.

Tepat sebelum berangkat ke Paris untuk berpartisipasi dalam KTT perubahan iklim, Putin kemarin menandatangani keputusan tentang penjatuhan sanksi ekonomi terhadap Turki.

Pembantu Putin, Yuri Ushakov, mengkonfirmasi undangan dari Turki soal keinginan Erdogan bertemu Putin di Paris. ”Reaksi kami sudah dijawab bahwa, kami telah memberitahu kepemimpinan Rusia atas permintaan Turki untuk melakukan percakapan telepon dan mungkin pertemuan dalam format KTT perubahan iklim di Paris. Kita bisa melihat kurangnya kesiapan pada bagian dari Turki untuk menawarkan permintaan maaf sebagai dasar terkait dengan insiden itu,” kata Ushakov, seperti dikutip IB Times.
(mas)
Berita Terkait
Pemimimpin Gereja Ortodoks...
Pemimimpin Gereja Ortodoks Rusia Tolak Rencana Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Etnis Tatar Krimea Peringati...
Etnis Tatar Krimea Peringati Hari Korban Genosida
Rusia Menyangkal Ikut...
Rusia Menyangkal Ikut Campur Pemilu Turki
Inilah Kapal Rusia yang...
Inilah Kapal Rusia yang Ditahan Turki karena Dicurigai Bawa Gandum Ukraina
Memanas, Rusia Bakal...
Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania
Turki Khianati NATO,...
Turki Khianati NATO, Dukung Rusia untuk Membela Diri
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
3 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
4 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
5 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
6 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
7 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
8 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved