Peringati Deklarasi Balfour, Bendera AS, Inggris dan Israel Dibakar

Selasa, 03 November 2015 - 12:43 WIB
Peringati Deklarasi...
Peringati Deklarasi Balfour, Bendera AS, Inggris dan Israel Dibakar
A A A
GAZA - Rakyat Palestina menggelar demo memperingati Deklrasi Balfour yang kontroversial dengan membakar bendera Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Israel di sepanjang Jalur Gaza.

Deklarasi Balfour adalah deklarasi pembentukan cikal bakal tanah air Israel di wilayah Palestina tahun 1917. Deklrasi itu menjadi awal pendudukan Israel di wilayah Palestina dengan dukungan Inggris.

Dalam demo yang digelar Senin kemarin, para militan dari Brigade Salah al-Deen al-Nasser—sayap bersenjata Komite Perlawanan Rakyat Palestina—melambaikan berbagai senjata termasuk pedang dan kapak di Rafah selatan, Jalur Gaza.

Demo itu berlangsung di tengah ketegangan yang memanas antara warga Palestina dan pasukan Israel dalam beberapa pekan terakhir baik di Yerusalem maupun di Tepi Barat. Sejumlah demonstran Palestina menyalahkan Inggris dan AS secara langsung atas konflik di wilayah itu yang dikhawatirkan akan memicu “Intifada Ketiga”.

Deklrarasi Balfour sejatinya diambil dari nama Menteri Luar Negeri Inggris Arthur James Balfour yang menulis surat tertanggal 2 November 1917 kepada dua pemimpin komunitas Yahudi Inggris Walter Rothschild dan Baron Rothschild. Surat itu berisi dukungan Inggris atas pembentukan tanah air warga Yahudi di wilayah Palestina.

Dalam surat itu, Balfour menyatakan bahwa Pemerintah Inggris berjanji mendukung “pendirian rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di jantung Palestina”. Syarat dukungan itu adalah tidak ada yang dirugikan terhadap hak-hak sipil dan agama warga non-Yahudi yang ada di Palestina.

Namun, dalam praktiknya, pendirian tanah air Yahudi di wilayah Palestina itu telah menyengsarakan rakyat Palestina hingga sekarang.

Sejarawan dari Universitas Oxford, Profesor Avi Shlaim, mengkritik tercetusnya deklarasi itu. ”Konsekuensi mendalam dan meluas, dan dampaknya pada sejarah berikutnya dari Timur Tengah itu tidak kurang dari revolusioner,” katanya mengacu pada dampak Deklarasi Balfour, seperti dikutip Daily Mail, semalam.

”Ini benar-benar mengubah posisi gerakan Zionis pemula vis-à-vis orang Arab Palestina, dan itu memberikan payung pelindung yang memungkinkan bagi kaum Zionis untuk melanjutkan hingga tujuan akhir mereka mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina yang merdeka,” lanjut Shlaim.

”Jarang dalam sejarah Kerajaan Inggris memiliki dokumen pendek yang dibuat dengan konsekuensi yang jauh,” imbuh dia mengkritik dukungan Inggris dalam deklarasi itu.

Sebelum Deklarasi Balfour, pada tahun 1916, Inggris mencapai kesepakatan rahasia dengan Prancis dalam sebuah perjanjian bernama “Sykes-Picot”. Perjanjian itu menyepakati pembagian Timur Tengah dalam pengaruh sekutu.

Sedangkan status Palestina saat itu berada di bawah kontrol internasional. Setelah bertahun-tahun Israel menduduki wilayah Palestina dengan dukungan Deklarasi Balfour, Israel memproklamirkan hari Kemerdekaan pada tahun 1948.
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Tiru Inggris, AS Akan...
Tiru Inggris, AS Akan Akui Negara Palestina
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
55 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
1 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved