Usik Putin, NATO Ancam Kerahkan 40 Ribu ke Dekat Rusia

Kamis, 29 Oktober 2015 - 17:51 WIB
Usik Putin, NATO Ancam...
Usik Putin, NATO Ancam Kerahkan 40 Ribu ke Dekat Rusia
A A A
BRUSSELS - NATO mengusik Presiden Rusia Vladimir Putin dengan mengancam akan mengerahkan hingga 40 ribu tentara ke dekat perbatasan Rusia. NATO berdalih, rencana pengerahan tentara secara massal itu untuk mencegah agresi Rusia terhadap sekutu-sekutu NATO di Baltik.

Ancaman pengerahan puluhan ribu tentara NATO itu terungkap dalam sebuah proposal. Ke-40 ribu tentara NATO itu akan dikirim ke Poandia, Lithuania, Latvia dan Estonia. Rencana itu dibocorkan pejabat militer negara anggota NATO.

NATO hingga saat ini masih belum bisa menerima ketika Rusia menganeksasi Crimea dari Ukraina pada Maret tahun lalu.

Rusia dan NATO sejatinya terikat perjanjian tahun 1994, di mana kedua pihak dilarang mengerahkan pasukan di daerah perbatasan. Negara-negara NATO, seperti Jerman dilaporkan sudah khawatir bahwa rencana NATO itu akan memicu kemarahan Kremlin.

Steven Pfifer, mantan Duta Besar AS untuk Ukraina, menyatakan ancaman itu bisa berkonsekuensi serius. ”Jika Anda berbicara 800 hingga 1.000 tentara (di setiap negara), itu akan menjadi besar,” katanya, seperti dikutip express.co.uk, Kamis (29/10/2015).

”Dan itu akan dirancang untuk berkomunikasi dengan Rusia bahwa NATO serius.(Ancaman) itu akan mempertahankan wilayah NATO,” lanjut dia. “Saya tidak akan menempatkan sebuah brigade lapis baja di Estonia Timur. Saya berpikir bahwa akan sangat provokatif,” imbuh dia.

Awal bulan ini, Menteri Pertahanan Inggris, mengumumkan bahwa negaranya akan mengirim 150 tentara ke Estonia, Latvia dan Lithuania. ”Pengerahan itu jaminan lebih lanjut untuk sekutu kami. Untuk NATO, untuk negara-negara Baltik dan Polandia,” katanya.

Juru bicara NATO, Carmen Romero, mengatakan sekutu NATO akan terus membahas hal-hal yang berurusan dengan tantangan keamanan sebelum digelar pertemuan puncak NATO di Warsawa, Polandia, Juli 2016 mendatang.

“Tapi kita tidak membahas pada tahap opsi khusus ini,” katanya mengacu pada laporan ancaman pengiriman 40 ribu tentara ke dekat perbatasan Rusia.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan, para pejabat Kremlin akan mempelajari laporan itu sebelum berkomentar.
(mas)
Berita Terkait
Jerman Berikan Bantuan...
Jerman Berikan Bantuan Perang untuk Ukraina Sebesar 6,5 Trilyun Rupiah
NATO dan Rusia Adakan...
NATO dan Rusia Adakan Latihan Perang di Tengah Dialog Redam Krisis Ukraina
Eskalasi Krisis Ukraina...
Eskalasi Krisis Ukraina Meningkat, Hongaria Malah Tolak Pasukan NATO
Rusia Peringatkan Kehadiran...
Rusia Peringatkan Kehadiran Drone Militer di Ukraina Memperkeruh Krisis
Habis-habisan Bantu...
Habis-habisan Bantu Ukraina, NATO Dihantam Krisis Senjata
Pejabat AS: China Dapat...
Pejabat AS: China Dapat Mendorong Moskow Kurangi Krisis Ukraina
Berita Terkini
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
36 menit yang lalu
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
9 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
10 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
11 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
12 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
13 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved