Sekjen PBB Desak Palestina-Israel Hentikan Kekerasan
Rabu, 21 Oktober 2015 - 17:29 WIB
Sekjen PBB Desak Palestina-Israel Hentikan Kekerasan
A
A
A
YERUSALEM - Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan penghentian aksi kekerasan antara Palestina dan Israel. Seruan ini disampaikan Ki-moon dalam kunjungan mendadaknya ke Yerusalem jelang pertemuan dengan para pemimpin Isarel dan Palestina.
Seruan ini diungkapkan Ki-moon saat melakukan konferensi pers dengan Presiden Israel, Reuven Rivlin. Ia mengatakan, tidak ada masyarakat yang harus hidup dalam ketakutan. "Kunjungan saya mencerminkan rasa khawatir dunia global pada eskalasi berbahaya dalam kekerasan antara Palestina dan Israel," katanya.
"Saya di sini untuk mendorong dan mendukung semua upaya untuk menurunkan tensi ketegangan dan mencegah situasi menjadi lepas kendali," katanya lagi. "Ini belum terlambat untuk menghindari krisis yang lebih luas," tambah Ki-moon lagi seperti dikutip dari laman ABC News, Rabu (21/10/2015).
Kunjungan yang dilakukan oleh pria asal Korea Selatan ini dilakukan di tengah-tengah memanasnya hubungan antara Palestina dengan Israel pasca insiden di Masjid Al-Aqsa pada akhir September lalu. Insiden tersebut pun memicu aksi kekerasan yang terus berlangsung hingga saat ini.
Selama sebulan terakhir ini sudah 10 orang warga Israel dan 44 orang warga Palestina tewas akibat kekerasan yang terjadi. Tidak hanya itu, korban juga jatuh dari pihak luar yaitu seorang imigran asal Eritrea harus meregang nyawa setelah ditembak oleh penjaga keamanan dan dipukuli oleh massa yang menudingnya sebagai seorang penyerang.
Seruan ini diungkapkan Ki-moon saat melakukan konferensi pers dengan Presiden Israel, Reuven Rivlin. Ia mengatakan, tidak ada masyarakat yang harus hidup dalam ketakutan. "Kunjungan saya mencerminkan rasa khawatir dunia global pada eskalasi berbahaya dalam kekerasan antara Palestina dan Israel," katanya.
"Saya di sini untuk mendorong dan mendukung semua upaya untuk menurunkan tensi ketegangan dan mencegah situasi menjadi lepas kendali," katanya lagi. "Ini belum terlambat untuk menghindari krisis yang lebih luas," tambah Ki-moon lagi seperti dikutip dari laman ABC News, Rabu (21/10/2015).
Kunjungan yang dilakukan oleh pria asal Korea Selatan ini dilakukan di tengah-tengah memanasnya hubungan antara Palestina dengan Israel pasca insiden di Masjid Al-Aqsa pada akhir September lalu. Insiden tersebut pun memicu aksi kekerasan yang terus berlangsung hingga saat ini.
Selama sebulan terakhir ini sudah 10 orang warga Israel dan 44 orang warga Palestina tewas akibat kekerasan yang terjadi. Tidak hanya itu, korban juga jatuh dari pihak luar yaitu seorang imigran asal Eritrea harus meregang nyawa setelah ditembak oleh penjaga keamanan dan dipukuli oleh massa yang menudingnya sebagai seorang penyerang.
(ian)