Pemberontak Suriah Geram Jadi Sasaran Serangan Rusia
Selasa, 20 Oktober 2015 - 22:15 WIB
Pemberontak Suriah Geram Jadi Sasaran Serangan Rusia
A
A
A
DAMASKUS - Kelompok pemberontak Suriah yang didukung oleh Amerika Serikat mengaku geram dengan aksi militer Rusia. Pasalnya, alih-alih menyerang basis ISIS, dalam beberapa serangannya Rusia kerap menjadikan kelompok pemberontak Suriah sebagai sasaran.
Menurut juru bicara kelompok pemberontak, Fadi Ahmad, sudah tiga kali Rusia menargetkan kelompok pemberontak dalam serangannya, termasuk serangan terkahir yang dilakukan pada di provinsi Latakia pada Senin malam.
"Mereka telah menyerang kami tiga kali. Mereka beralasan menyerang ISIS, namun pada kenyataannya yang mereka serang adalah kami, Tentara Pembebasan Suriah (FSA)," kata Ahmad seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (20/10/2015).
Menurut Ahmad, dalam serangan di Latakia, serangan udara Rusia menghantam kelompok Divisi Pesisir Utama. Serangan itu menewaskan staf utama kelompok tersebut, Basil Zamo, yang merupakan mantan kapten di militer Suriah. Selain itu, serangan tersebut juga menewaskan 15 warga sipil.
Sebelumnya, seorang pemimpin kelompok pemberontak Brigade Nour al Din al-Zinki juga dikabarkan tewas dalam pertempuran di Aleppo.
Menurut kelompok monitor perang di Suriah, Observatorium HAM Suriah, serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan 370 orang, dimana sepertiga dari jumlah itu adalah warga sipil.
Tentara Suriah sendiri mulai melakukan operasi militer darat dengan dibantu oleh tentara dari Iran dan Hizbullah, Lebanon. Dibantu serangan udara oleh Rusia, mereka menyerang sejumlah daerah yang dikuasai oleh kelompok pemberontak di Suriah Barat dan Barat laut.
Menurut juru bicara kelompok pemberontak, Fadi Ahmad, sudah tiga kali Rusia menargetkan kelompok pemberontak dalam serangannya, termasuk serangan terkahir yang dilakukan pada di provinsi Latakia pada Senin malam.
"Mereka telah menyerang kami tiga kali. Mereka beralasan menyerang ISIS, namun pada kenyataannya yang mereka serang adalah kami, Tentara Pembebasan Suriah (FSA)," kata Ahmad seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (20/10/2015).
Menurut Ahmad, dalam serangan di Latakia, serangan udara Rusia menghantam kelompok Divisi Pesisir Utama. Serangan itu menewaskan staf utama kelompok tersebut, Basil Zamo, yang merupakan mantan kapten di militer Suriah. Selain itu, serangan tersebut juga menewaskan 15 warga sipil.
Sebelumnya, seorang pemimpin kelompok pemberontak Brigade Nour al Din al-Zinki juga dikabarkan tewas dalam pertempuran di Aleppo.
Menurut kelompok monitor perang di Suriah, Observatorium HAM Suriah, serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan 370 orang, dimana sepertiga dari jumlah itu adalah warga sipil.
Tentara Suriah sendiri mulai melakukan operasi militer darat dengan dibantu oleh tentara dari Iran dan Hizbullah, Lebanon. Dibantu serangan udara oleh Rusia, mereka menyerang sejumlah daerah yang dikuasai oleh kelompok pemberontak di Suriah Barat dan Barat laut.
(ian)