AS dan Rusia Buat MoU agar Jet-jetnya Tak Tabrakan di Suriah
Kamis, 15 Oktober 2015 - 10:16 WIB
AS dan Rusia Buat MoU agar Jet-jetnya Tak Tabrakan di Suriah
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Rusia militer sedang menyelesaikan memorandum of understanding (MoU) soal prosedur keselamatan penerbangan di wilayah udara Suriah. Nota kesepahaman dua negara yang pernah Perang Dingin itu dibuat agar pesawat-pesawat jet tempur mereka di Suriah tidak tabrakan.
MoU tersebut dibuat menyusul kekhawatiran Pentagon bahwa pesawat tempur AS dan Rusia bisa bertabrakan ketika sama-sama memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan kelompok teror lain di Suriah. Kekhawatiran Pentagon itu wajar, sebab pesawat jet tempur Rusia sudah tiga kali mendekati pesawat militer AS saat sama-sama terbang di langit Suriah. (Baca: Ini Alasan Jet Rusia Dekati Pesawat Tempur AS di Suriah)
”Sebuah konvergensi posisi pada isu-isu kunci dari masa depan dokumen itu telah dicatat,” tulis kantor berita Interfax, Kamis (15/10/2015), mengutip pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia yang terlibat dalam pembuatan MoU itu.
Meski kedua negara adidaya itu sedang merampungkan MoU soal prosedur keselamatan penerbangan di wilayah udara Suriah, tapi AS dan Rusia tetap berseberangan dalam operasi militernya di Suriah.
AS tetap tidak bersedia bekerjasama dengan Rusia, karena Kremlin terus mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sedangkan AS ingin menggulingkan Assad sebagai solusi mengakhiri konflik di Suriah.
Pentagon sebelumnya juga meminta militer Rusia melindungi keselamatan pilot-pilot militer AS selama melakukan operasi militer di Suriah.
MoU tersebut dibuat menyusul kekhawatiran Pentagon bahwa pesawat tempur AS dan Rusia bisa bertabrakan ketika sama-sama memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan kelompok teror lain di Suriah. Kekhawatiran Pentagon itu wajar, sebab pesawat jet tempur Rusia sudah tiga kali mendekati pesawat militer AS saat sama-sama terbang di langit Suriah. (Baca: Ini Alasan Jet Rusia Dekati Pesawat Tempur AS di Suriah)
”Sebuah konvergensi posisi pada isu-isu kunci dari masa depan dokumen itu telah dicatat,” tulis kantor berita Interfax, Kamis (15/10/2015), mengutip pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia yang terlibat dalam pembuatan MoU itu.
Meski kedua negara adidaya itu sedang merampungkan MoU soal prosedur keselamatan penerbangan di wilayah udara Suriah, tapi AS dan Rusia tetap berseberangan dalam operasi militernya di Suriah.
AS tetap tidak bersedia bekerjasama dengan Rusia, karena Kremlin terus mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sedangkan AS ingin menggulingkan Assad sebagai solusi mengakhiri konflik di Suriah.
Pentagon sebelumnya juga meminta militer Rusia melindungi keselamatan pilot-pilot militer AS selama melakukan operasi militer di Suriah.
(mas)