Selama Dibutuhkan, Inggris Akan Terus Bombardir ISIS
Rabu, 30 September 2015 - 20:28 WIB
Selama Dibutuhkan, Inggris Akan Terus Bombardir ISIS
A
A
A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond mengatakan, Inggris akan terus membombardir kelompok ekstrimis Negara Islam atau ISIS selama dibutuhkan. Menurutnya, rakyat Suriah tengah menghadapi kejahatan kembar, yaitu dari ISIS dan Presiden Bashar al-Assad yang disebutnya sebagai rezim pembunuh.
Hal itu diungkapkan Hammond saat berpidato di Majelis Umum PBB, seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (30/9/2015). Hammond mengatakan kepada para pemimpin dunia, bahwa mereka harus bekerjasama untuk menghancurkan ISIS yang menguasai sebagian besar Irak dan Suriah sejak tahun 2014.
"Kami berbagi tanggung jawab untuk bertindak, untuk mengakhiri perang sipil berdarah, dan menciptakan proses politik inklusif, dan bekerjasama untuk menghancurkan ISIS dan membuang ideologinya dari muka bumi," kata Hammond.
"Inggris akan terus menjadi anggota dari koalisi internasional melawan ISIS, termasuk melaksanakan serangan udara di Irak, lebih dari negara lain kecuali Amerika Serikat (AS), selama yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan dalam perjungan sebuah generasi melawan kelompok ekstrimis berideologi Islam tersebut," tutur Hammond.
Dua tahun lalu, parlemen Inggris menentang aksi militer Inggris di Suriah. Namun, pada September lalu mereka menyetujui peran serta Inggris dalam serangan udara terhadap ISIS di Irak. Sedangkan pada awal bulan ini, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengungkapkan jika Angkata Udara Inggris (RAF) telah meluncurkan serangan drone terhadap warga negaranya sendiri yang menjadi anggota ISIS, yaitu Reyaad Khan di Suriah.
Hal itu diungkapkan Hammond saat berpidato di Majelis Umum PBB, seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (30/9/2015). Hammond mengatakan kepada para pemimpin dunia, bahwa mereka harus bekerjasama untuk menghancurkan ISIS yang menguasai sebagian besar Irak dan Suriah sejak tahun 2014.
"Kami berbagi tanggung jawab untuk bertindak, untuk mengakhiri perang sipil berdarah, dan menciptakan proses politik inklusif, dan bekerjasama untuk menghancurkan ISIS dan membuang ideologinya dari muka bumi," kata Hammond.
"Inggris akan terus menjadi anggota dari koalisi internasional melawan ISIS, termasuk melaksanakan serangan udara di Irak, lebih dari negara lain kecuali Amerika Serikat (AS), selama yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan dalam perjungan sebuah generasi melawan kelompok ekstrimis berideologi Islam tersebut," tutur Hammond.
Dua tahun lalu, parlemen Inggris menentang aksi militer Inggris di Suriah. Namun, pada September lalu mereka menyetujui peran serta Inggris dalam serangan udara terhadap ISIS di Irak. Sedangkan pada awal bulan ini, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengungkapkan jika Angkata Udara Inggris (RAF) telah meluncurkan serangan drone terhadap warga negaranya sendiri yang menjadi anggota ISIS, yaitu Reyaad Khan di Suriah.
(esn)