La China Bos Narkoba Meksiko, Seksi tapi Super Sadis
Kamis, 24 September 2015 - 14:03 WIB
La China Bos Narkoba Meksiko, Seksi tapi Super Sadis
A
A
A
LA PAZ - Namanya, Melissa Margarita Calderon Ojeda, 30. Dia dijuluki “La China”, seorang bos kartel narkoba perempuan di Meksiko yang dianggap seksi tapi super sadis.
Lha China menjadi bos salah satu kartel narkoba yang masih terkait dengan jaringan kartel narkoba Sinaloa yang dipimpin gembong narkoba paling berbahaya, Joaquin ”El Chapo” Guzman, yang telah melarikan diri dari penjara melalui terowongan.
Kekejaman La China dalam membangun bisnis narkoba diungkap pacarnya, Pedro ”El Chino” Gomez. Menurut Pedro, La China sudah “di luar kontrol” dan “gila”.
Perempuan itu dituduh terlibat 180 pembunuhan. Sedangkan salah satu aksi sadis yang dia lakukan, menurut keterangan Pedro, adalah menculik dan membuang tubuh korban yang sudah dimutilasi di depan pintu rumah keluarga korban sebagai peringatan kepada masyarakat setempat.
Lantaran tak tahan dengan kekejamannya, sang pacar berkhianat dengan membocorkan informasi kepada polisi. La China pun ditangkap polisi pada Sabtu lalu.
La China terlibat dalam kejahatan terorganisir pada tahun 2005 ketika dia mulai bekerja untuk kartel narkoba Damaso. Perempuan itu dengan cepat menduduki posisi tinggi di kartel narkoba tersebut karena kekejamannya sampai akhirnya dia menjadi komandan sayap militer kartel itu pada tahun 2008.
La China mengambil alih wilayah organisasi di kawasan La Paz dan kawasan resor wisata populer Cabo San Lucas yang setiap tahunnya dikunjungi ratusan ribu orang. Aksi pembunuhannya dilakukan selama tujuh tahun ketika dia menjadi komandan sayap militer kartel narkoba Damaso.
Daily Mail, pada Rabu malam (23/9/2015) melaporkan, ketika diminta untuk mundur dari posisinya di kartel Damaso, La China membelot dan menyatakan perang terhadap mantan rekan-rekannya.
Lha China menjadi bos salah satu kartel narkoba yang masih terkait dengan jaringan kartel narkoba Sinaloa yang dipimpin gembong narkoba paling berbahaya, Joaquin ”El Chapo” Guzman, yang telah melarikan diri dari penjara melalui terowongan.
Kekejaman La China dalam membangun bisnis narkoba diungkap pacarnya, Pedro ”El Chino” Gomez. Menurut Pedro, La China sudah “di luar kontrol” dan “gila”.
Perempuan itu dituduh terlibat 180 pembunuhan. Sedangkan salah satu aksi sadis yang dia lakukan, menurut keterangan Pedro, adalah menculik dan membuang tubuh korban yang sudah dimutilasi di depan pintu rumah keluarga korban sebagai peringatan kepada masyarakat setempat.
Lantaran tak tahan dengan kekejamannya, sang pacar berkhianat dengan membocorkan informasi kepada polisi. La China pun ditangkap polisi pada Sabtu lalu.
La China terlibat dalam kejahatan terorganisir pada tahun 2005 ketika dia mulai bekerja untuk kartel narkoba Damaso. Perempuan itu dengan cepat menduduki posisi tinggi di kartel narkoba tersebut karena kekejamannya sampai akhirnya dia menjadi komandan sayap militer kartel itu pada tahun 2008.
La China mengambil alih wilayah organisasi di kawasan La Paz dan kawasan resor wisata populer Cabo San Lucas yang setiap tahunnya dikunjungi ratusan ribu orang. Aksi pembunuhannya dilakukan selama tujuh tahun ketika dia menjadi komandan sayap militer kartel narkoba Damaso.
Daily Mail, pada Rabu malam (23/9/2015) melaporkan, ketika diminta untuk mundur dari posisinya di kartel Damaso, La China membelot dan menyatakan perang terhadap mantan rekan-rekannya.
(mas)