Prancis Putuskan Gabung Koalisi AS karena ISIS Makin Kuat
Rabu, 16 September 2015 - 16:42 WIB
Prancis Putuskan Gabung Koalisi AS karena ISIS Makin Kuat
A
A
A
PARIS - Menteri Pertahanan Prancis, Jean-Yves Le Drian, pada Rabu (16/9/2015) mengatakan bahwa Prancis memutuskan bergabung dengan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk menyerang ISIS. Alasannya, ISIS semakin kuat dan telah membuat kemajuan besar di wilayah Suriah.
Menurutnya, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah meluncurkan serangan besar di Aleppo, Suriah utara pada bulan lalu. Padahal, AS dan Turki sedang membuat rencana untuk menyerang ISIS melalui wilayah itu.
”Yang pasti adalah bahwa hal-hal telah berubah drastis. Selama beberapa bulan Daesh (ISIS) membuat kehadirannya cukup lama di wilayah Suriah,” katanya.
”Memang benar di Aleppo, tetapi (ISIS) juga mendekati Homs dan Damaskus. Hari ini Daesh telah berkembang dengan cara yang mengancam bukan hanya pasukan Suriah di wilayah Aleppo, tetapi juga Libanon jika mereka berhasil menerobos sumbu Damaskus-Homs,” lanjut Drian, seperti dikutip Reuters.
Aleppo dikenal sebagai kota yang paling padat penduduknya di Suriah dan menjadi pusat kota komersial sebelum konflik Suriah pecah tahun 2011. Tapi, kota itu kini kacau di mana pertempuran terus terjadi nyaris tanpa henti.
Drian mengatakan, Prancis hanya akan ambil bagian dalam serangan udara terhadap ISIS, itu pun di wilayah Irak. Selain itu, Prancis hanya berkontribusi sekitar tiga persen dari kekuatan koalisi.
Menurutnya, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah meluncurkan serangan besar di Aleppo, Suriah utara pada bulan lalu. Padahal, AS dan Turki sedang membuat rencana untuk menyerang ISIS melalui wilayah itu.
”Yang pasti adalah bahwa hal-hal telah berubah drastis. Selama beberapa bulan Daesh (ISIS) membuat kehadirannya cukup lama di wilayah Suriah,” katanya.
”Memang benar di Aleppo, tetapi (ISIS) juga mendekati Homs dan Damaskus. Hari ini Daesh telah berkembang dengan cara yang mengancam bukan hanya pasukan Suriah di wilayah Aleppo, tetapi juga Libanon jika mereka berhasil menerobos sumbu Damaskus-Homs,” lanjut Drian, seperti dikutip Reuters.
Aleppo dikenal sebagai kota yang paling padat penduduknya di Suriah dan menjadi pusat kota komersial sebelum konflik Suriah pecah tahun 2011. Tapi, kota itu kini kacau di mana pertempuran terus terjadi nyaris tanpa henti.
Drian mengatakan, Prancis hanya akan ambil bagian dalam serangan udara terhadap ISIS, itu pun di wilayah Irak. Selain itu, Prancis hanya berkontribusi sekitar tiga persen dari kekuatan koalisi.
(mas)