ISIS Tuding Kaum Pengungsi Telah Korbankan Anak-anak
Kamis, 10 September 2015 - 20:13 WIB
ISIS Tuding Kaum Pengungsi Telah Korbankan Anak-anak
A
A
A
DAMASKUS - Kelompok ekstrimis ISIS menggunakan kematian tragis Aylan Kurdi, seorang balita yang jasadnya terdampar di pantai Turki, untuk menyerang para pengungsi. Menurut kelompok pimpinan Abu bakr Al-Baghdadi, para pengungsi telah mengorbankan anak-anak mereka sendiri dan telah melakukan sebuah dosa yang sangat besar karena melawan Islam.
Pernyataan itu diungkapkan ISIS dalam sebuah majalah propaganda milik mereka, Dabiq, dengan judul 'Bahaya Meninggalkan Darul Islam (Negara Islam)' dengan foto jasad Aylan yang terdampar di pantai Turki.
Seperti dikutip dari laman Independent, Kamis (10/9/2015), dalam majalah propaganda itu, ISIS menyalahkan para pengungsi karena telah menyebabkan kematian mereka sendiri dengan memilih meninggalkan "tanah Islam" menuju "tanah Kafir.
"Sayangnya beberapa orang Suriah dan Libya yang seharusnya bertanggung jawab untuk membangkitkan Syariah, justru bersedia mengambil risiko untuk mengorbankan kehidupan dan jiwa mereka, termasuk anak-anak mereka, dengan melakukan perjalanan yang berbahaya ke tanah salib yang diatur dengan hukum atheisme dan ketidaksenonohan," bunyi artikel tersebut.
"Perlu diketahui, bahwa secara sukarela meninggalkan Darul-Islam (Negara Islam) untuk darul-kufur (negara-negara Barat) adalah dosa besar yang berbahaya, karena merupakan bagian menuju kekufuran (kekafiran) dan gerbang bagi anak-anak dan cucu-cucunya meninggalkan Islam untuk Kristen, Atheisme, atau Liberalisme," lanjut laporan tersebut.
"Jika anak-anak dan cucu seseorang tidak jatuh dalam kekufuran (percaya) mereka akan berada di bawah ancaman pencabulan, sodomi, narkoba, dan alkohol," demikian atikel tersebut.
Terkait hal tersebut, seorang peneliti Timur Tengah, Charlie Winter mengatakan, ISIS kerap menggunakan narasi untuk menjerat korban mereka. ISIS menggambarkan, negara-negara barat tidak baik bagi kaum muslim dan bagian dari konspirasi internasional yang menyudutkan mereka.
Pernyataan itu diungkapkan ISIS dalam sebuah majalah propaganda milik mereka, Dabiq, dengan judul 'Bahaya Meninggalkan Darul Islam (Negara Islam)' dengan foto jasad Aylan yang terdampar di pantai Turki.
Seperti dikutip dari laman Independent, Kamis (10/9/2015), dalam majalah propaganda itu, ISIS menyalahkan para pengungsi karena telah menyebabkan kematian mereka sendiri dengan memilih meninggalkan "tanah Islam" menuju "tanah Kafir.
"Sayangnya beberapa orang Suriah dan Libya yang seharusnya bertanggung jawab untuk membangkitkan Syariah, justru bersedia mengambil risiko untuk mengorbankan kehidupan dan jiwa mereka, termasuk anak-anak mereka, dengan melakukan perjalanan yang berbahaya ke tanah salib yang diatur dengan hukum atheisme dan ketidaksenonohan," bunyi artikel tersebut.
"Perlu diketahui, bahwa secara sukarela meninggalkan Darul-Islam (Negara Islam) untuk darul-kufur (negara-negara Barat) adalah dosa besar yang berbahaya, karena merupakan bagian menuju kekufuran (kekafiran) dan gerbang bagi anak-anak dan cucu-cucunya meninggalkan Islam untuk Kristen, Atheisme, atau Liberalisme," lanjut laporan tersebut.
"Jika anak-anak dan cucu seseorang tidak jatuh dalam kekufuran (percaya) mereka akan berada di bawah ancaman pencabulan, sodomi, narkoba, dan alkohol," demikian atikel tersebut.
Terkait hal tersebut, seorang peneliti Timur Tengah, Charlie Winter mengatakan, ISIS kerap menggunakan narasi untuk menjerat korban mereka. ISIS menggambarkan, negara-negara barat tidak baik bagi kaum muslim dan bagian dari konspirasi internasional yang menyudutkan mereka.
(esn)