Ikut Campur di Suriah, Rusia Bikin Gaduh Pertemuan PBB

Kamis, 10 September 2015 - 17:26 WIB
Ikut Campur di Suriah,...
Ikut Campur di Suriah, Rusia Bikin Gaduh Pertemuan PBB
A A A
NEW YORK - Campur tangan militer Rusia dalam konflik Suriah membuat kegaduhan jelang pertemuan tahunan Majelis Umum PBB. Pasalnya, Rusia tidak memberi penjelasan terkait kemunculan militernya di Suriah. Kemunculan Rusia ini dinilai bisa menggagalkan Barat dalam membangun nilai tawar saat sejumlah negara kuat duduk bersama membahas krisis di Suriah.

Pertemuan Majelis Umum PBB dipercepat pada bulan ini setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyambangi Amerika Serikat (AS), pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir, guna berbicara di sidang tahunan Majelis Umum PBB.

Selain itu, dalam beberapa minggu terakhir, Moskow telah mengirimkan sinyal untuk melakukan pertemuan dengan Presiden AS, Barack Obama di New York. Meski begitu, pihak Gedung Putih tidak mengetahui soal rencana pertemuan tersebut.

"Ini semua tentang Majelis Umum. Jika ada sesuatu yang baru dan nyata dalam dialog antara Rusia dan AS, maka kami akan memiliki situasi yang baru," ujar seorang diplomat seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/9/2015).

Sementara seorang pengamat menilai, Moskow akan menampilkan Presiden Putin sebagai seorang penjaga perdamaian dan mitra yang sangat diperlukan Washington dalam menyelesaikan krisis internasional, persis seperti saat krisis melanda Ukraina.

"Rusia akan memberikan tekanan, mereka akan menekan. Mereka ingin pihak lain mempertimbangkan lebih serius tawaran mereka (tentang koalisi anti ISIS). Atau membuat mereka takut jika Moskow akan menggunakan pasukannya untuk tujuan lain," ujar seorang analis pertahanan Pavel Felgenhauer.

Sebelumnya, Washington menyatakan keprihatinannya atas pembangunan pangkalan militer Rusia di Suriah dan memberikan tekanan kepada sejumlah negara untuk tidak mengizinkan Rusia menggunakan ruang udara mereka. AS khawatir, pesawat-pesawat Rusia membawa persenjataan ke Suriah.

Tindakan AS ini pun menuai kecaman dari Kremlin. Mereka menilai apa yang dilakukan oleh Washington adalah sebuah bentuk apa yang mereka sebut dengan isitilah kekerasan internasional. Mereka pun berulang kali mengelak saat ditanya mengenai kehadiran militer mereka di Suriah.

"Pertama kami dituduh memberikan senjata kepada rezim berdarah yang menganiaya aktivis demokrasi. Sekarang tuduhan baru (terkait laporan keberadaan militer Rusia). Kita seharusnya memerangi terorisme. Itu sampah yang sebenarnya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
(esn)
Berita Terkait
Rusia: Sudah Waktunya...
Rusia: Sudah Waktunya untuk Hentikan Bantuan Turki ke Pemberontak Suriah
Rusia Veto Resolusi...
Rusia Veto Resolusi PBB yang Perpanjang Bantuan Lintas Batas ke Suriah
Sekjen PBB Serukan Solusi...
Sekjen PBB Serukan Solusi Politik untuk Akhiri 11 Tahun Perang di Suriah
Rusia Serukan Sidang...
Rusia Serukan Sidang Dewan Keamanan PBB setelah Israel Serang Misi Diplomatik Iran di Suriah
Di Majelis Umum PBB,...
Di Majelis Umum PBB, Suriah Nyatakan Dukung Invasi Rusia ke Ukraina
Sekjen PBB: Jika Bantuan...
Sekjen PBB: Jika Bantuan Dihentikan, Warga Suriah Hadapi Musim Dingin Mengerikan
Berita Terkini
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
46 menit yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
2 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
3 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
4 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved